Petani Payakumbuh Khawatir Serangan Hama Keong

Payakumbuh, Dekadepos.com

Serangan hama keong mas dan tikus masih menghantui petani padi di Payakumbuh, terutama saat masa tanam dan panen, sebab hama itu menyebabkan petani gagal tanam dan gagal panen. Serangan hama keong akan semakin parah jika musim hujan, sebab jumlahnya akan makin banyak sehingga membuat petani untuk mengatasi.

Jika mengandalkan racun atau pestisida, tentu akan menambah biaya produksi, sehingga petani terpaksa mengambil hama tersebut secara manual dan dibuang keluar sawah. Kondisi tersebut telah lama dikeluhkan, Muslim K, petani padi di Simpang Warna-warni Nagari Koto Nan Gadang Kecamatan Payakumbuh Utara.

Selain hama keong, hama tikus juga dikhawatirkan petani saat ini, sebab hama tikus juga mengakibatkan petani gagal panen. Hal tersebut diungkapkan Muslim, Senin 29 Januari 2024.

” Iya, hama keong mas dan tikus masih menjadi ancaman bagi kami, seba hama tersebut menyebabkan kami mengalami kerugian akibat gagal tanam maupun gagal panen,” ujar Muslim.

Lebih jauh ia menjelaskan, hama keong menyerang (memakan) padi setelah ditanam dan hama tikus menyerang saat tanaman padi berbuah.

” Keong biasanya menyerang/memakan tanaman pado setelah beberapa hari ditanam, sementara tikus menyerang saat padi berbuah,” jelasnya.

Mengatasi serangan hama keong tersebut, Muslim menyebut melakukan antisipasi dengan memberikan racun sawah sebelum ditanam, namun upaya tersebut belum maksimal karena biaya yang dibutuhkan untuk membeli racun/pestisida cukup tingggi. Sehingga upaya lain yang dilakukan adalah mengambil hama tersebut secara manual dan dibuang keluar sawah.

” Harga racun atau pestisida cukup tinggi, yakni 100 ribu. Sehingga terpaksa saya mengambil hama tersebut secara manual dan dibuang keluar sawah,” tambahnya.

Hama keong dan tikus selalu dikeluhkan petani tiap tahunnya, untuk itu mereka berharap Pemerintah untuk menyediakan racun dengan harga murah, sehingga upaya membasmi hama keong bisa berjalan maksimal.

” Jika musim hujan turun, tentu hama keong ini makin banyak, tentu ini bisa merusak tanaman padi. Semoga kedepannya Pemerintah bisa menyediakan racun dengan harga murah, agar upaya membasmi hama keong bisa berjalan maksimal.” Harapnya. (Edw).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *