Polisi Ungkap Kasus Perampokan BSM 3,5 M, Begini Kronologisnya

oleh -5.570 views

Bukittinggi,dekadepos.com

Kasus perampokan Mobil Bank Syariah Mandiri yang terjadi di Jalan Bukittinggi-Payakumbuh yang terjadi pada tanggal 4 Juni 2018, dengan membawa kabur Uang Tunai sebanyak Rp.3,5 Milyar akhirnya berhasil terungkap.

Atas kerja sama antara Polres Bukittinggi, Polres Tapanuli Selatan dan Unit Jatanras Polda Riau, kasus itu berhasil diungkap, dan 5 orang pelaku perampokan telah ditangkap, dan 1 orang pelaku lainnya masih dalam proses hukum di Polres Tapanuli Selatan.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jembar Jumhana S.Ik, MH, didampingi oleh Wakapolres Kompol Albert Zai, S.Ik.MH, Kabagops Kompol Arie Sulistyo Nugroho, S.Ik.MH, Plt Kasat Reskrim AKP Pradipta Putra Pratama, SH. S.Ik kepada wartawan mengatakan, kasus itu terungkap setelah salah seorang pelakunya berinisial RS tertangkap nyabu oleh Personil Polres Tapanuli Selatan Sumatera Utara.

“Dari hasil interograsi polisi di Tapanuli Selatan, RS mengaku pernah melakukan perampokan Mobil Bank Syariah Mandiri di Jln. Bukittinggi-Payakumbuh tak berapa jauh PLTA Batang Agam, bersama 9 (sembilan) orang temannya”, kata Kapolres Bukittinggi.

Para pelaku diketahui berinisial RS (35), dengan barang bukti 1 unit mobil Daihatsu Terios warna hitam BM 1694 QC, 1 unit mobil Mitsubishi L300 warna hitam BM 9465 AA,  satu lembar kwitansi pembayaran ganti rugi sebidang tanah di Kab. Labuhan Batu, satu lembar surat penyerahan ganti rugi tanah, satu pucuk airsoft gun Jenis FN.

“Ia ditangkap di rumahnya di Desa Sipiongot Kec. Dolok Kab. Palas Utara Provinsi Sumut dan diproses di Polres Tapanuli Selatan dalam kasus Narkotika jenis shabu”, terangnya.

Kemudian pelaku JLS (21), dengan barang bukti satu berkas akta jual beli lahan, satu lembar surat pernyataan jual beli tanah/ lahan.

“JLS ditangkap dirumahnya di Simpang Kapau Kec. Tilatang Kamang Kab. Agam, pasal yang disangkakan pasal 365 jo 55 jo 56 KUHP”, kata AKBP Arly.

Selanjutnya pelaku LS (24), dengan barang bukti 1 berkas surat keterangan ganti rugi kebun sawit dan 3 lembar surat pembayaran hutang koperasi. Dirinya ditangkap dirumahnya di Kp. Sukaramai RT 03 RW 06 Kec. Bagan Sinembah Kab. Rokan Hilir Provinsi Riau, pasal yang disangkakan pasal 365 KUHP.

Pelaku keempat LJS (38), dengan barang bukti 1 unit mobil Ford Everest BK 1782 YI dan 1 surat pernyataan pembelian lahan sawit. Ia ditangkap disebuah pondok di Bagan Batu Kab. Rokan Hilir Prov. Riau.

Pelaku kelima AJP (49) ditangkap di Pangkatan Kec. Pangkatan Kab. Labuhan Batu Provinsi, dengan barang bukti uang sebesar Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah). Kemudian pelaku S (59) yang ditangkap di rumahnya di Desa Gelora Kec. Bagan Sinembah Kab. Rokan hilir Provinsi Riau, dengan barang bukti uang sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah). Keduanya disangkakan pasal 480 KUHP.

“Dan pelaku yang masih dalam pencarian adalah bernisial J, DS, DE dan DA”, terangnya.

Dikatakannya, peristiwa Pencurian dengan kekerasan (perampokan) Bank Mandiri Syariah yang terjadi beberapa waktu yang lalu. “Ini terjadi berawal dari rasa kecewa dan sakit hati Tersangka JLS kepada pihak Bank Syariah Mandiri, karena gaji Security sering tidak dibayar penuh”, ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Jumat (31/8/2018)

Pada bulan April 2018 tersangka LS menghubungi RS yang merupakan kakak kandungnya dan menawarkan untuk merampok mobil operasional Bank Syariah Mandiri yang dikawal oleh Tersangka JLS.

“Tersangka 1 menghubungi DS (DPO) untuk mencari rekan-rekan untuk melakukan perampokan, selanjutnya DS (DPO) menghubungi tersangka AJP dan S dan menawarkan pekerjaan untuk merampok mobil Bank”, katanya.

Pada bulan Mei 2018 tersangka S merental mobil dan menjemput AJP, selanjutnya menjemput DS (DPO) dan RS, kemudian langsung menuju Bukittinggi untuk menemui JLS, namun saat itu belum jadi terlaksana.

Seminggu kemudian S, AJP, RS dan DS berangkat ke Bukittinggi untuk merampok mobil operasional Bank Syariah Mandiri, namun juga gagal.

Lalu, seminggu kemudian, RS menghubungi dan mengajak pelaku LJS untuk melakukan perampokan, selanjutnya LJS menghubungi dan mengajak LS dan J (DPO) dan DE (DPO), kemudian para pelaku bergerak menuju Bukittinggi tepatnya pada hari Minggu tanggal 3 Juni 2018 dengan menggunakan 2 kendaraan berupa mobil Xenia yang dirental oleh LS dan membawa DE dan RS melewati Padang Sidempuan.

“Sedangkan satu lagi menggunakan mobil Toyota Rush yang dirental oleh LJS dengan membawa DS (DPO) dan J (DPO) melewati Pekanbaru, dan selanjutnya kedua mobil tersebut bertemu di daerah Palupuh dan menginap didalam mobil”, terangnya.

Pada hari Senin tanggal 4 Juni 2018 sekira pukul 09.00 WIB, pelaku bergerak menuju Bukittinggi dengan pembagian, mobil Toyota Rush dibawa oleh LJS dengan membawa LS dan DS, mereka menunggu di SPBU Candung, sedangkan mobil Toyota Avanza dibawa oleh RS dengan membawa DE dan J, kemudian standby di Simpang Biaro.

Setelah mobil Daihatsu Xenia BM 1971 JQ warna hitam Bank Syariah Mandiri melewati, kemudian diikuti dan sesampai di Jln. Raya Bukittinggi – Payakumbuh sebelum PLTA Batang Agam Kec. Baso Kab. Agam mobil yang dibawa oleh RS langsung menyerempet dan menghentikan mobil Daihatsu Xenia BM 1971 JQ warna hitam operasional Bank Syariah Mandiri.

“Mobil Toyota Rush yang dibawa oleh LJS langsung merapatkan mobilnya ke bagian belakang mobil operasional Bank Syariah Mandiri, selanjutnya J langsung menyergap security (Tersangka JLS) dan mengikat tangan dan kaki dengan tali dan melakban mulut dan mata dan menjaga dan mengawal didepan”, tambah Kapolres.

Selanjutnya DS masuk dan mengikat kaki dan tangan serta melakban mulut dan mata karyawan Bank Syariah Mandiri, HW dan mengawal dan menjaga disebelah kiri, sedangkan LS melarang sopir mobil Bank Syariah Mandiri S, dan kemudian menarik S hingga tertarik kebangku belakang.

S diikat tangan, mulut dan mata dengan lakban oleh LS dan menjaganya disebelah kanan. “Disaat bersamaan, RS mengambil alih sopir, selanjutnya mobil Xenia dibawa oleh DE menuju Payakumbuh tepatnya di daerah Talawi”, jelas AKBP Arly.

Pelaku J dan DE memindahkan tas yang berisi uang Rp. 3.500.000.000,- (tiga milyar lima ratus juta rupiah) kemobil mobil Toyota Rush yang dibawa oleh LJS, selanjutnya para pelaku mengambil semua hanphone dan melarikan diri menuju Pekan Baru.

“Dalam perjalanan menuju perbatasan Riau dengan Sumut, RS, J dan DS langsung membagi uang tersebut, dan setiap pelaku memperoleh bagian lebih kurang Rp. 480.000.000,- (empat ratus juta rupiah) selanjutnya para pelaku berpencar”, ujarnya.

Hingga saat ini jajaran Sat Reskrim Polres Bukittinggi masih tetap memburu para pelaku yang masih DPO. Namun Kapolres Bukittinggi berharap agar para tersangka yang DPO tersebut menyerahkan diri ke Polres Bukittinggi.

Sumber : Tribaratanews Sumbar