Praktik Aborsi di Padang Terungkap, Penjual Obat dan 2 Pasang Mahasiswa Ditangkap

oleh
beberapa pelaku yang diamankan (istimewa)

Padang, dekadepos.com

Enam pelaku diatangkap diduga terlibat praktik aborsi. Mereka diamankan oleh tim Klewang Polresta Padang terkait penjualan dan pembelian obat aborsi di salah satu apotek di Kota Padang.

Mereka masing-masing, berinisial IFM, 50 tahun, SWS, 50 tahun, AHS, 20 tahun, NFZ, 20 tahun, FLS, 20 tahun, dan ASS, 25 tahun. Diamankan pada hari Kamis (11/2/2021) dini hari hingga Jumat (12/2/2021) siang.

“Dua pelaku (IFM dan SWS) merupakan pasangan suami istri (pasutri) pemilik apotek, sementara empat pelaku lainnya pelaku aborsi yang membeli obat penggugur di salah satu tempat penjualan obat di kawasan Tarandam ” Kata Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang, Rico Fernanda.

Rico mengatakan, kasus tersebut terungkap bermula dari laporan polisi nomor LP/84/A/II/2021/Reskrim Polresta Padang tanggal 11 Februari 2021.

“Di apotek itu sering terjadi transaksi penjualan obat-obatan tipe G atau obat keras tanpa izin edar, di mana obat tersebut sengaja diperjualbelikan kepada wanita hamil yang ingin menggugurkan kandungannya (aborsi) tanpa ada resep dari dokter,” sebutnya.

Dari pengakuan pelaku pasangan suami istri penjual obat menyebutkan, bahwa mereka telah mengedarkan dan menjual obat keras untuk menggugurkan kandungan tersebut sejak tahun 2018 dan kurang lebih sudah 30 orang wanita hamil di luar nikah yang menjadi konsumennya.

Saat ini keenam pelaku sudah ditahan . Masing-masing IFM, NFZ dan ASS di Polresta Padang, sementara SWS, AHS, dan FLS dititipkan di sel tahanan khusus perempuan Polsek Padang Timur.

Adapun, barang bukti yang disita polisi di antaranya 60 tablet Cytotec, 80 tablet Diazepan, 251 tablet Alprazolam, 440 tablet Amitrtline, 70 strip Haloperidol, dan 288 tablet Trihexypenidyl. Kemudian, 88 tablet Heymar, 100 butir Rispridone, 75 tablet Tramadol, 50 tablet Clobazam dan 100 miligram Hevbeser. (rco)