Proposal Masjid Agung Kota Payakumbuh Direspon Kedubes Arab Saudi

oleh -295 views

PAYAKUMBUH, dekadepos.com-

Proposal pembangunan Masjid Agung yang dilayangkan Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi ke Kedutaan Arab Saudi direspon positif oleh lembaga di bawah naungan Kementerian Luar Negeri itu.

Buktinya, Kepala Atase Agama Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi Syeikh Ahmad Bin Essa Al Hazmi langsung datang ke Sumatera Barat, Selasa (7/12).

 

Bagaikan oase di tengah gurun bagi Kota Payakumbuh, sebuah masjid megah yang diimpikan oleh masyarakat Kota Randang bakal dibangun di atas tanah seluas 5 hektare (Ha) dengan anggaran Rp. 290 miliar dan semua biayanya ini ditanggung oleh Kerajaan Arab Saudi.

Pada Rabu (8/12), didampingi Wali Kota Riza Falepi dan Kapolres AKBP Alex Prawira, Syeikh Ahmad Bin Essa Al Hazmi dibawa melihat lokasi pembangunan masjid tersebut di Kawasan Sawah Kareh Kelurahan Pakan Sinayan, Koto Nan Ompek, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Wali Kota Riza Falepi menyampaikan sudah sejak lama cita-citanya membangun masjid besar di Kota Payakumbuh, persoalannya meski jumlah masjid banyak, tetapi ukurannya kecil-kecil, bahkan untuk Salat Jumat harus berdesakan hingga keluar pintu masjid. Apalagi kalau ada pengajian bersama ustaz kondang harus di lapangan, belum lagi ditambah kegiatan keagamaan yang banyak jamaahnya, susah memfasilitasinya.

“Inilah alasan kita mengapa bercita-cita bangun masjid besar untuk pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Kita tentu ingin tempat yang nyaman buat beribadah,” kata Riza.

Riza menyampaikan 1/3 dari anggaran daerah dipangkas karena Covid-19, imbasnya anggaran yang rencananya buat mesjid, hingga hari ini susah dialokasikan untuk membangunnya. Berkat restu gubernur, kemudian Riza coba ajukan proposal ke kedutaan Arab Saudi. Riza mengaku menangis gembira mengetahui proposal ini direspon oleh Pemerintah Arab Saudi, cita-citanya tak lama lagi bisa tercapai.

“Kalau kita bangun pakai APBD, diperkirakan selesai dalam 10 tahun, itu pun dengan catatan apabila dianggarkan setiap tahun. Kondisi ini pun bisa terlaksana, kalau kepala daerah kedepannya komit juga dengan melanjutkan. Kalau kepala daerahnya sudah berganti dan tidak menginginkan kelanjutan bangun masjid, maka pembangunannya tidak bisa jalan,” kata Riza.

Riza berharap mudah-mudahan Syeikh Ahmad bisa menyampaikan kepada Raja Salman agar berkenan membangunkan masjid agung di Kota Payakumbuh dan akan diberi nama Masjid King Salman. Riza juga mempresentasikan kepada Syekh Ahmad teknis masjid agung dimaksud secara detail usai jamuan di rumah dinas wali kota.

“Perencanaan lengkap, dokumen lengkap. Apapun respon Syeikh Ahmad, dengan datang ke sini saja kami mengucapkan terima kasih. Insyaallah pembangunan masjid ini pula kami tak ingin membebani pihak Arab Saudi dengan persoalan-persoalan lain,” tukuk Riza.

Riza juga menyampaikan pembangunan masjid ini juga merupakan harapan orang Kota Payakumbuh dan orang-orang yang berlintas ke kota ini agar mereka bisa beristirahat dan sholat di masjid agung, sekaligus menikmati keindahan kota ini.

“Inilah segudang alasan mengapa kami ingin membangun masjid yang besar. Kami sampaikan terima kasih kepada Syeikh Ahmad dan Buya Zein yang telah memberi kami kesempatan, serta gubernur Mahyeldi yang sudah mengarahkan pembangunan masjid ini ke Payakumbuh. Mungkin ini takdir allah, kami siap dipanggil ratusan kali ke kedutaan Arab Saudi di Jakarta untuk menyelesaikan ini, karena menjadi tanggung jawab saya walaupun hampir selesai jabatan sebagai wali kota. Harapan kita silaturahmi tidak terputus, kita perjuangkan sampai selesai sebaik-baiknya,” tukuk Riza.

Sementara itu, Syeikh Ahmad Bin Essa Al Hazmi menyampaikan entah apa yang bisa diungkapkannya saat berada di tengah saudara-saudara di Kota Payakumbuh, warganya sangat baik dan lingkungan yang begitu nyaman. Dikelilingi oleh tanaman, gunung yang melingkar, sungai, dan penduduk yang baik hati.

“Saya merasa sangat berbahagia dan penuh kebahagiaan bersama keluarga saya ini. Kebahagiaan sangat besar, berada di tengah keluarga dan orang yang dicintai. Penghubung paling kuat antara kita bersama adalah kalimat syahadat. Rakyat Indonesia adalah rakyat baik, mencintai kerajaan Arab Saudi. Kami menjadi tamu, diberikan jamuan yang mulia, hubungan yang kuat ini menyatukan kita saat ini, karunia Allah kepada saya dan kita semua,” kata Syeikh Ahmad dalam sambutannya.

Syeikh Ahmad menjelaskan, anggaplah dirinya satu diantara warga di daerah ini, akan berupaya semaksimal mungkin, mengupayakan mengangkat proposal dari Kota Payakumbuh ini dan memberikan ke kedutaan besar Arab Saudi, hingga ke pihak yang berwenang agar keinginan umat ini bisa tercapai.

“Saya akan berupaya memaksimalkan usaha agar niat membangun masjid ini tercapai,” kata Syeikh Ahmad.

Dia menambahkan, Wali Kota Riza Falepi yang sudah memasuki penghujung jabatan, didoakannya agar dapat pindah kepada jabatan lain yang lebih baik lagi.

“Begitu orang perkasa punya tanggung jawab besar, semoga pindah ketempat yang lebih baik lagi. Di antara pekerjaannya ini menunjukkan ketulusan seorang wali kota, walau sudah berakhir jabatan, berupaya mewujudkan cita-cita ini, semoga terwujud dan bisa ikut shalat di masjid ini nantinya,” kata Syeikh Ahmad.

Syeikh Ahmad juga menemui kebaikan dari semua yang ada di hari ini. Sebuah kemuliaan dan jamuan berharga, sehingga dirinya merasa menjadi bagian dari rakyat Payakumbuh. Dia juga berwasiat agar dapat terus meningkatkan takwa kepada Allah, istiqomah, dan menjaga keamanan dan kenyamanan negeri ini.

“Semoga Allah SWT memberi keamanan dan ketentraman bagi negeri ini. Terimakasih dari hati yang dalam, kami juga membawa 10 karton al quran cetakan madinah dan 10 karton kurma dari kebun Pangeran Amir Sulton. Sebelum ramadhan, ada gelombang kedua al quran dan kurma yang jumlahnya lebih banyak sesuai arahan dubes Arab Saudi,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Syeikh Ahmad menyampaikan undangan kepada Wali Kota Riza Falepi, hadir ke kantor Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi, pintu kantor terbuka untuk semuanya.

“Jika datang, kami memuliakan dari ujung rambut sampai ujung kaki,” pungkasnya. (ds)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.