PSBB di Kota Payakumbuh Hanya Hebat di Atas Kertas Saja

oleh -6.087 views
Pusat Kota Payakumbuh.

PAYAKUMBUH, dekadepos.com

Sepertinya, aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Payakumbuh, hanya hebat di atas kertas saja.

Buktinya, beberapa hari lalu masyarakat penerima Bantuan Langsung Tunasi (BLT) berbondong-bondong ke kantor Pos dan mengabaikan PSBB, malah beberapa hari terakhir warga masyarakat dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota, membludak di kawasan pasar Ibuah termasuk di pasar pusat pertokoan yang berada di jantung Kota Payakumbuh.

Ada kesan, warga masyarakat cuek dengan aturan SPBB, meskipun di kedua daerah ini sudah puluhan orang yang terpapar virus corona.

Meskipun sejumlah aparat baik dari TNI, Polri, Saptol PP, dan Dinas Perhubungan ada berjaga-jaga di kedua kawasan pasar tersebut, namun aparat Satuan Satuan Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh itu, tak berdaya menghadapi ribuan warga masyarakat yang hondoh poroh membeli kebutuhan jelang lebaran Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 24-25 Mei 2020 mendatang.

Padahal, peraturan yang telah ditetapkan dalam PSBB, sangat erat kaitannya dengan jumlah kasus pendemi Covid-19 yang terus meningkat dan menyebar secara signifikan di beberapa wilayah di Sumbar, termasuk di Kota Payakumbuh.

Bahkan, jauh-jauh hari, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, telah menginstruksikan kepada pemko dan pemkab untuk mensosialisasikan beberapa aturan terkait diberlakukannya PSBB. Intruksi Gubernur tersebut, hakekatnya demi melindungi masyarakat dari wabah Covid-19.

Untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, Pemprov Sumbar telah mengeluarkan aturan tentang pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk bagi institusi pendidikan untuk menutup kegiatan pendidikan sementara.

Tak hanya itu, terkait aktivitas kerja dilakukan melalui Work from Home. Jika tetap beroperasi, wajib menerapkan pembatasan fisik secara ketat dengan meniadakan rapat, pelonggaran jam kerja, dan penggunaan masker. Setiap orang dengan penyakit penyerta dan ibu hamil dilarang beraktivitas di tempat kerja.

Disamping itu juga dilakukan pembatasan dalam melakukan kegiataan keagamaan di rumah ibadah. Kegiataan keagamaan dipindahkan ke rumah. Tegasnya, peratuan PSBB melarang masyarakat untuk melakukan kegiatan lebih dari lima orang di tempat atau fasilitas umum.

Bahkan, untuk mencegah terpaparnya virus mematikan itu, warga masyarakat wajib menerapkan physical distancing, penggunaan masker, dan melakukan pola hidup bersih dan sehat.

Ternyata, semua aturan yang disampaikan Pemerintah yang seyogianya dapat dilaksanakan secara disiplin oleh masyarakat, demi keselamatan bersama, kurang dipahami oleh warga masyarakat Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Dahler, ketika dihubungi anggota Balai Wartawan Luak Limopuluah untuk konfirmasi terkait ramainya kunjungan masyarakat di pasar Payakumbuh mengatakan pihaknya setiap harinya melalui Personil Trantib Pasar terus melakukan pengawasan.

“Seluruh pengunjung di pasar kita wajibkan menggunakan masker. Jika tidak menggunakan masker akan langsung disuruh pulang,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi dan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Payakumbuh Devitra mengatakan, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polisi dan TNI setiap harinya memantau pelaksanaan PSBB.

“Jadi sore atau malam hari kita terus turun ke pusat-pusat keramaian dan pertokoan untuk memastikan pelaksanaan PSBB,” sebutnya.

Kemaren (Rabu 20/5/2020), ujar Devitra, pihaknya melalui Polres Payakumbuh telah mengamankan 20 orang yang tidak mengindahkan protokol kesehatan. (Edw).

KLIK Sukai Halaman Untuk Dapatkan Update Berita Terbaru dari Kami