Puluhan Bapak-bapak Nagari Situjuah Gadang Ikuti Sosialisasi, Advokasi dan KIE Penurunan Stunting

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Puluhan Bapak-bapak dari berbagai Jorong di Nagari Situjuah Gadang Kecamatan Situjuah Limo Nagari (SIMONA) Kabupaten Limapuluh Kota ikuti Sosialisasi, Advokasi dan KIE Penurunan Stunting yang digelar BKKBN Provinsi Sumatera Barat bersama anggota DPR-RI Komisi IX Ade Rezki Pratama sebagai Mitra kerja. Selain puluhan Bapak-bapak, kegiatan yang digelar di Lapangan Volly Jorong Kociak Nagari Situjuah Gadang, Jumat siang 26 Januari 2024.

Selain diikuti puluhan Bapak-bapak, Ibu-ibu Rumah tangga, Remaja dan penyuluh KB serta Camat, Walinagari dan Tokoh masyarakat. Kegiatan itu juga dihadiri Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota.

Camat Situjuah Limo Nagari, Rumelia saat memberikan sambutan dihadapan puluhan peserta Sosialisasi menyebutkan bahwa di Kecamatan Situjuah Limo Nagari terdapat 19 kasus/angka Stunting. Angka tersebut diharapkan bisa turun dan tidak bertambah kedepannya. Untuk itu perlu peranan semua pihak untuk penurunan ataupun pencegahan.

” Di Kecamatan Situjuah Limo Nagari terdapat 19 kasus Stunting, angka/kasus itu kita harapkan kedepannya bisa turun dan tidak ada lagi penambahan,” ujarnya.

Camat juga menambahkan, semua pihak harus berupaya untuk melakukan penurunan ataupun pencegahan bertambahnya kasus serupa. Salah satunya dengan menyiapkan anak-anak sebelum menikah (Calon pengantin) dengan gizi yang baik.

” Upaya pencegahan yang dapat kita lakukan tidak bertambahnya kasus Stunting, dengan menyiapkan anak-anak sebelum menikah (Calon pengantin) dengan gizi yang baik.” Tambahnya.

Camat juga menyebut, selama ini permasalahan yang banyak dikeluhkan kader KB adalah ibu-ibu yang memiliki anak yang enggan datang ke Posyandu setelah mengetahui anak mereka Stunting, setelah ditelusuri ternyata bapak/suami yang melarang.

” Permasalahan yang banyak dikeluhkan kader KB adalah ibu-ibu yang memiliki anak yang enggan datang ke Posyandu setelah mengetahui anak mereka Stunting, setelah ditelusuri ternyata bapak/suami yang melarang.” Tutupnya

Nurbaiti Jabang mewakili Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Barat saat memberikan sambutan menyebut di Kabupaten Limapuluh Kota setelah dilakukan Intervensi jumlah/angka anak beresiko Stunting yang semula berjumlah 28 ribu lebih (2022) turun jadi 24 ribu.

” Setelah dilakukan Intervensi dengan berbagai cara, jumlah/angka anak beresiko Stunting yang semula berjumlah 28 ribu lebih (2022) turun jadi 24 ribu” ucapnya.

Ia juga menambahkan, Stunting tidak hanya masalah tinggi badan, namun juga tingkat kecerdasan. Stunting tidak bisa turun jika Bapak/ayah tidak ikut berperan/acuh saja.

” Kasus Stunting tidak bisa turun jika Bapak/ayah tidak ikut berperan/acuh saja. Jadi butuh kepedulian kita semua.” Tutupnya.

PENURUNAN DAN CEGAH STUNTING HARUS LIBATKAN SEMUA PIHAK

Dihadapan puluhan peserta Sosialisasi, Advokasi dan KIE Penurunan Stunting, Ade Rezki Pratama yang merupakan anggota DPR-RI Daerah Pemilihan (DAPIL) Sumbar 2 itu menyebutkan bahwa Penurunan dan Pencegahan Stunting harus libatkan semua pihak, sebab tidak bisa hanya mengandalkan Pemerintah dan pihak-pihak terkait saja.

” Penurunan dan Pencegahan Stunting harus libatkan semua pihak, sebab tidak bisa hanya mengandalkan Pemerintah dan pihak-pihak terkait saja. Anak Stunting butuh adanya Bapak asuh,” ucap Ade.

Politisi Partai Gerindra itu juga menyebut bahwa Stunting merupakan tanggung jawab bersama, dimana salahsatunya disebabkan kurang gizi Kronis.

” Stunting merupakan tanggung jawab bersama, dimana salahsatunya disebabkan kurang gizi Kronis, untuk itu perlu libatkan dan peranan semua pihak,” tambahnya.

Anggota DPR-RI dua periode itu juga berharap peranan Ayah/Bapak untuk ikut melakukan pencegahan atau penurunan Stunting, Bapak/ayah tidak bisa acuh terhadap masa depan anaknya.

” Peranan Ayah/Bapak untuk ikut melakukan pencegahan atau penurunan Stunting, Bapak/ayah tidak bisa acuh terhadap masa depan anaknya,” tambah mantan anggota DPR-RI termuda itu. (Edw).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *