Puluhan Mahasiswa IAIN Bukittinggi Bakal “Masuk Lapas”

oleh -3.373 views

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Puluhan Mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Bukitinggi Program Studi Bimbingan Konseling (BK) bakal melakukan Praktek Lapangan (PL) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)/ Lapas Perempuan dan Anak Klas II Tanjung Pati dalam beberapa hari kedepan, hal tersebut diungkapkan Intan Sari, Dosen IAIN saat melakukan kunjungan ke LPKA di Kawasan Tanjung Pati Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis 24 Januari 2019.

Menurut Intan, Puluhan Mahasiswi program studi BK itu akan melakukan PL selama 44 hari kedepan, dipilihnya LPKA Tanjung Pati menurut Intan karena di LPKA mahasiswi yang mengikuti PL bisa langsung mengaplikasikan/mempraktekkan apa yang selama ini mereka peroleh di bangku kuliah, selain itu Pemilihan LPKA karena dengan melakukan PL disana diharapkan anak-anak yang menjadi warga Binaan dapat bekal dan penguatan serta dapat kembali diterima ke tengah-tengah masyarakat setelah mereka bebas nanti.

” Memang ini pertama kalinya kita melaksanakan PL di LPKA, kita sengaja memilih PL mahasiswi kita disini karena mereka bisa secara langsung menerapkan apa yang diperoleh di bangku kuliah.” sebut Intan.

Sementara Kepala LPKA Tanjung Pati, Agus Rahmatamin melalui Kasi Pembinaan, Masri didampingi Kasubsi Pendidikan dan Bimbingan Kemasyarakatan, Misno dan Staf Pendidikan dan Kemasyarakatan, Sri Hayati menyambut baik kedatangan puluhan mahasiswi yang akan melakukan PL di LPKA. Dengan adanya mahasiswi PL yang membawa skill dan kemampuan ilmu yang dimiliki diharapkan memberikan pengaruh positif bagi warga binaan, sehingga anak-anak warga binaan yang ditempa dengan skill dan ilmu pengetahuan khusus BK dari mahasiswa IAIN akan terbina mentalnya untuk hal-hal yang positif.

“Mudah-mudahan dengan tempaan mental selama mahasiswi IAIN Praktek Lapangan di LPKA ini, anak-anak kita bisa menerapkannya saat sudah keluar dari LPKA nantinya. Mereka selama ini disamping diberikan pelatihan skill berbagai keterampilan juga pembinaan mental dan agama,” sebut Masri.

Masri juga menambahkan, meski jumlahnya tidak banyak namun ada anak yang sudah pernah masuk LPKA kembali masuk untuk kedua kalinya. Tentu kedepan sebutnya, dengan berbagai skill dan keterampilan yang diberikan dapat menjadi modal bagi mereka untuk diterapkan di dalam kehidupan dimasyarakat ketika sudah keluar dari LP.

Saat ini di LPKA terdapat 42 orang anak yang menjadi warga binaan, dibanding dengan tahun 2018 lalu yang berjumlah 37 orang dan pada tahun 2017 sebanyak 24 orang. (Edw).