Ratusan Pekerja Bangunan di Kota Bukittinggi Pasrah Kehilangan Pekerjaan

oleh -1.014 views

BUKITTINGGI, dekadepos.com-

Akibat belum dimulainya pekerjaan fisik pembangunan kota Bukittinggi tahun 2021, ratusan pekerja bangunan kehilangan pekerjaan, pedagang bahan bangunan mengeluh, penggali pasir dan pencari batukali pasrah dengan kondisi dan masyarakat pembuat batu bata turut prihatin. Sementara lebaran sudah diambang pintu.

Seperti yang dikatakan Yul salah seorang pekerja bangunan, kalau ia bersama rekan-rekannya semenjak Januari tahun ini belum bekerja sampai sekarang. Dan itu terkait dengan belum adanya pekerjaan yang dilelang atau ditenderkan, sehingga belum ada rekanan kontraktor yang bekerja, terutama untuk pekerjaan milik pemerintah,ujar Yul menambahkan,jangankan untuk Lebaran untuk kehidupan sehari hari, ia harus pinjam sana pinjam sini menjelang dimulainya pekerjaan.

Begitu juga dengan pedagang bahan bangunan,yang seharusnya pada pertengahan tahun ini,sudah banyak para rekanan kontraktor yang berbelanja bahan bangunan.Namun sampai sekarang belum ada pemesan semen, atau bahan bang unan lainnya oleh Rekanan kontraktor untuk proyek pemerintah.

Artinya, anggaran pembangunan kota Bukittinggi yang jumlahnya puluhan Miliaran Rupiah yang seharusnya sudah berputar untuk membangkitkan ekonomi masyarakat.Namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda untuk perputaran ke uangan daerah tersebut,ujar salah seorang pedagang  bangunan kota Bukittinggi.

Ketua Komisi I DPRD Bukittinggi, Shabirin Rachmat kepada Dekadepos, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ekonomi masyarakat kota Bukittinggi, terutama masyarakat yang tergantung dengan kegiatan pembangunan Kota Bukittinggi. Seperti, pekerja bangunan, pedagang bahan bangunan, penggali pasir dan batu serta pengrajin batu bata.

Dikatakan,anggaran pembangunan daerah yang dianggarkan setiap tahunnya itu, tergantung nasib masyarakat. Dimana anggaran pembangunan itu, tidak saja bergulir untuk rekanan kontraktor saja, tetapi juga dinikmati juga oleh pedagang bahan bangunan, masyarakat penggali pasir dan batu kali, pembuat batu bata dan usaha lainnya yang berkaitan dengan sebuah pembangunan. Dan yang paling mengharapkan sekali dari perputaran uang daerah itu, para pekerja bangunan, kata Shabirin Rachmat.

Sekarang, anggaran untuk pembangunan daerah itu belum lagi digulirkan melalui kegiatan pembangunan fisik, karena belum satupun kegiatan pembangunan yang dimulai. Dampaknya sudah pasti dirasakan oleh masyarakat pedagang bahan bangunan,penggali pasir dan batukali, terutama sangat dirasakan oleh masya rakat pekerja bangunan. Apalagi sekarang mau memasuki Lebaran idul Fitri, tentu semuanya butuh uang, kata Shabirin Rachmat.

Ditambahkan Ketua Komisi I DPRD Bukittinggi itu, dengan belum dimulainya kegiatan pembangunan di Kota Bukittinggi untuk tahun 2021 ini, tidak saja dikhawatirkan semua kegiatan pembangunan itu gagal dilaksanakan tahun ini. Namun yang lebih parahnya lagi sangat dirasakan oleh sebagian masyarakat kota Bukittinggi. Mereka kehilangan pekerjaan sebagai pekerja bangunan,ungkap Shabirin Rachmat.

Untuk itu, Shabirin Rachmat selaku Ketua Komisi I DPRD Bukittinggi meminta kepada Pemko Bukittinggi, untuk secepatnya melaksanakan kegiatan pembangunan tahun 2021 dan jangan ditunda tunda lagi. Kalau sebelumnya ada alasan, karena refocusing anggaran dan sekarang semuanya sudah selesai, jadi tolong dipercepat pelaksanaan pembangunan tahun ini.

Dengan dimulainya kegiatan pembangunan di kota Bukittinggi dengan sisa waktu yang tertinggal ini, akan ada juga perputaran uang disektor pembangunan, mulai dari penjual bahan bangunan sampai kepada pekerja dan kuli bangunan akan menikmatinya, walaupun dalam sisa waktu yang tertinggal ini, pungkas politisi Partai Gerindra tersebut. (Edis)