Razia Kos Kosan, Satpol PP Padang Temukan Ini

Razia Kos Kosan, Satpol PP Padang Temukan Ini

PADANG, dekadepos.com

Bacaan Lainnya

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang, kembali menggelar razia demi menjaga Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Rabu (2/2).

Kali ini, yang menjadi sasaran merupakan kos-kosan yang ada di Kota itu.

Dari razia yang dilakukan secara silang, Satpol PP menemukan sebanyak 29 orang yang terdiri dari 15 orang perempuan dan 14 laki-laki.

Kasatpol PP Padang, Mursalim menyebutkan, petugas mendapati adanya pasangan yang tidak memiliki surat nikah di lokasi.

“Mereka yang bukan berstatus suami istri ini, kita amankan terlebih dahulu, tentu hal tersebut tidak lazim, jika terus dibiarkan akan berdampak buruk kepada pergaulan dan kebiasaan”, ungkapnya.

Mereka yang diamankan didata kemudian dilakukan pembinaan dan surat perjanjian tidak akan mengulangi hal serupa.

Sementara itu, kepada pemilik kos juga dilakukan pemanggilan, ia diduga sudah melanggar Perda nomor 9 tahun 2016, tentang pengelolaan rumah kos, pasal 18 yang berbunyi, pengelola kos dilarang menempatkan penyewa kos laki-laki dan perempuan, dalam satu kesatuan bangunan penginapan kecuali penyewa yang terikat perkawinan sah, Rumah Kos dilarang digunakan untuk tempat melakukan perbuatan asusila/ judi/prostitusi/tindak pidana lainnya dan Perda 11 tahun 2005, tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

“Untuk pemilik sudah kita panggil menghadap PPNS, kita tunggu hasil PPNS terlebih dahulu, jika pengelola rumah kos yang melanggar ketentuan yang ada pada Perda 9 tahun 2016 tersebut, mereka diancam dengan pidana kurangan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak 50.000.000 rupiah, yang tertuang dalam Perda”, ucap mursalim.

Mursalim juga menghimbau kepada seluruh pemilik tempat kos, agar tidak memberikan kebebasan kepada anak kos.

“Satpol PP sebagai petugas dalam rangka menjaga norma-norma dan menjaga ketertiban akan terus melakukan pengawasan tempat-tempat kos yang disalahgunakan, apalagi sampai bercampur baur laki-laki dan perempuan,”sebutnya.(rco)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *