Realisasi Penggunaan Dana Covid-19 di Limapuluh Kota Rendah, Bupati Safaruddin Panggil Seluruh Walinagari

oleh -2.369 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Rendahnya capaian realisasi pengunaan dana Covid-19 di lingkungan Pemeritah Kabupaten Limapuluh Kota disikapi serius oleh Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo.

” Kemarin hari Selasa, (27/7/2021) Bupati menghadirkan seluruh Walinagari se Kabupaten Limapuluh Kota, untuk mendengar apa yang penyebab masih rendahnya realisasi pengunaan dana Covuid-19, sekaligus memberikan pemahaman kepada Pemerintah Nagari terkait percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Limapuluh Kota Widya Putra, menyikapi masih rendahnya serapan dana covid-19 di Limapuluyh Kota.

Widya Putra didampingi Kepala Badan Keuangan Daerah Pemkab Limapuluh Kota Irwandi mengungkapkan bahwa,  salah satu penyebab masih rendahnya realisasi dana Covid -19 di lingkungan pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota, karena keraguan dari Pemerintah Nagari dalam penggunaannya.

Namun demikian, ungkap Widya Putra senada dengan Irwandi, untuk kewajiban Pemerintah Daerah kepada tenaga kesehatan berupa insentif dalam penanganan Covid-19 sudah ditunaikan sampai dengan Juni 2021.

“Jadi, kalau untuk insentif tenaga kesehatan sudah selesai sampai Juni, memang angkanya atau persentasenya rendah jika dibandingkan dengan anggaran yang kami sediakan. Sebab ini disesuaikan dengan kinerja dari nakes itu sendiri,” ujarnya.

Widya Putra menyebutkan untuk insentif dari tenaga kesehatan sendiri dalam penanganan Covid-19 mencapai angka Rp19 miliar dan pencairan belum mencapai Rp1 miliar.

“Beberapa waktu terakhir, alhamdulillah kasus kita tidak terlalu tinggi jadi insentif yang harus dikeluarkan juga tidak terlalu besar,” ulas Widya Putra.

Namun, pihaknya juga tidak ingin untuk mengurangi anggaran untuk insentif tenaga kesehatan tersebut menimbang pandemi Covid-19 masih cukup tinggi.

“Contohnya, pekan lalu kita masih di level dua sekarang sudah di level tiga. Kalau kami kurangi takutnya angka kasus meningkat dan insentif yang dikeluarkan akan tinggi, mudah-mudahan kasus ini tidak terus bertambah,” pungkas Widya Putra. (ds)

No More Posts Available.

No more pages to load.