Rentang Waktu 2 Hari, Polres Payakumbuh Berhasil Cokok 3 Tersangka

oleh -59 views

PAYAKUMBUH, dekadepos.com-

Sepertinya, peredaran dan penyalahangunaan barang terlarang narkoba di ranah Luak Limopuluah (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, red), utamanya wilayah hukum Polres Kota Payakumbuh benar-benar sangat mengkhawatirkan.

Betapa tidak, hanya kurun waktu 2 hari, Tim Gagak Hitam Satresnarkoba Polres Payakumbuh berhasil mencokok tiga orang tersangka penyalahgunaan narkoba.

Informasi yang berhasil diperoleh dari Kapolres Payakumbuh Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Desneri menyebutkan bahwa, Tim Gagak Hitam Satresnarkoba Polres Payakumbuh yang dipimpin Kasat Iptu Desneri dan KBO Ipda Duasa, awalnya berhasil menggagalkan peredaran narkoba dengan mencokok seorang pengedar berinitial AM (32 tahun) Warga Jorong Subaladuang, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak Kabupaten Limapuluh Kota.

“Tersangka AM ditangkap Kamis 8 April 2021 sekira pukul 01.00 dinihari di Simpang Tabiang, Jorong Tanjuang Kaliang, Kenagarian Sungai Kamuyang, Kecamaran Luak Kabupaten Limapuluh Kota, saat dia sedang menunggu pembeli,” ungkap Kasat Resnarkoba, Iptu Desneri.

Diakui Iptu Desneri, tersangka AM saat ditangkap berusaha melawan. Namun saat dilakukan penggeledahan, anggota tim Gagak Hitam Satnarkoba Polres Payakumbuh berhasil mengamankan barang bukti (BB) dua paket kecil narkotika jenis sabu-sabu yang disimpan dalam dompet dan di kantong jaket yang dikenakan tersangka.

“ Menurut pengakuan tersangka AM, dia mendapatkan barang haram itu dari salah seorang bandar berinisial Z yang saat ini masih dilakukan pengejaran,” ujar Iptu Desneri.

Seperti tak pernah habis-habisnya, selang satu hari setelah berhasil mencokok seorang pengedar narkoba berinitial AM warga Jorong Subaladuang, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, Tim Gagak Hitam Satnarkoba Polres Payakumbuh kembali berhasil menangkap seorang pria yang terlibat penyalahgunaan barang terlarang tersebut.

Kali ini Satresnarkoba Polres Payakumbuh berhasil mengamankan satu orang tersangka yang diduga melakukan tindak pidana memiliki, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I jenis sabu-sabu.

“Tersangka yang ditangkap tersebut berinitial MA (31 tahun) beralamat di Kelurahan Nunang Dayabangun, Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh. Tersangka merupakan Target Operasi (TO) dalam Operasi Antik Singgalang 2021,” sebut Kasat Resnarkoba, Iptu Desneri.

Tersangka MA ditangkap pada hari Jumat  tanggal 9 april  2021 sekira pukul 17.00 WIB bertempat di depan warung nasi Nanak Kelurahan Nunang Dayabangun, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh.

“Dari tangan tersangka MA, berhasil diamankan barang bukti (BB) satu paket narkotika jenis sabu-sabu dibungkus dengan plastik bening dan satu unit handphone merk Oppo,” ujar Kasat Resnarkoba, Iptu Desneri.

Meski saat penangangkapan tersangka MA sempat membuang barang bukti, namun setelah dilakukan pengeledahan ditemukan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak satu paket.

“Tersangka MA mengakui bahwa narkotika jenis sabu-sabu tersebut didapat dari tersangka BL dengan cara membeli sebanyak satu paket seharga Rp 500 ribu. Untuk pengembangan dan pengusutan lebih lanjut tersansangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Payakumbuh,” ulas Kasat Resnarkoba, Iptu Desneri.

Selang dua jam setelah berhasil menangkap tersangka MA, Tim Gagak Hitam Satnarkoba Polres Payakumbuh bergerak cepat dan berhasil pula menangkap tersangka berintial BL (31 tahun) warga Kelurahan Parik Rantang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh.

“ Tersangka BL ditangkap Jumat (9/4/ 2021) sekira pukul 18.00 WIB di rumahnya di Kelurahan Parik Rantang, Kecamatan Payakumbuh Barat. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan di rumah tersangka satu unit timbangan digital, satu bundel kertas pembungkus narkotika jenis sabu-sabu dan uang hasil penjualan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak Rp900 ribu. Tersangka juga mengakui bahwa dia baru saja menjual narkotika jenis sabu-sabu kepada tersangka MA seharga Rp 500 ribu. Dan tersangka juga mengakui bahwa narkotika jenis sabu-sabu tersebut diperolehnya dari seorang bandar berinitial R yang saat masih Dalam Pencarian Orang (DPO) jajaran Polres Payakumbuh,” ujar Kasat Resnarkoba, Iptu Desneri.

Untuk pengusutan lebih lanjut, pungkas Iptu Desneri, tersangka BL berikut barang bukti sudah mendekam dibalik jeruji besi tahanan Mapolres Payakumbuh. (edw)