Riki Darma Agus, Si ‘Manusia’ Rantai itu Akhirnya Dijemput Petugas Kementerian Sosial

oleh -358 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Masih ingat cerita nestapa yang dialami ibu bernasib malang bernama Ramayilis, (71 tahun), janda tua warga Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota,yang terpaksa memelihara dua orang anak laki-lakinya penderita ganguan jiwa atau Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Hendri Yopi (43 tahun) dan adiknya Riki Darma Agus (31 tahun) dan keduanya terpaksa dipasung dan dirantai.

“ Bersyukur, satu dari dua orang anaknya penderita ODGJ yakni Riki Darma Agus, Kamis siang 14 Juli 2022 sekira pukul 14. 00 WIB, dijemput petugas dari Kementerian Sosial untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB Saanin Padang untuk kemudian akan dirujuk ke Sentra Abiseka UPT Kementerian Sosial Kota Pekanbaru,” ujar Koordinator Palanta Aksi Kemanusian dan Sosial (Pak’Sa) Ferizal Ridwan.

Baca: https://www.dekadepos.com/cerita-nestapa-ibu-ramayilis-hidupi-dua-orang-anaknya-penderita-gangguan-jiwa-yang-terpaksa-dipasung-dan-dirantai/

Diungkapkan mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota itu, kabar dijemputnya Riki Darma Agus oleh petugas dari Kementerian Sosial tersebut disampaikan anggota tim relawan Pak’Sa, Sawanil Arif, yang juga anggota PSM di  Lareh Sago Halaban.

“ Alhamdulillah, Riki Darma Agus pria ODGJ yang kakinya dirantai di kamar pengasingan dijemput oleh petugas dari Kementerian Sosial didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Limapuluh Kota dan Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Dinas Kesehatan Limapuluh Kota, Kapolsek Luak, untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa HB Saanin di Padang dan untuk selanjutnya akan di bawa ke Sentra Abiseka UPT Kementerian Sosial Kota Pekanbaru guna menjalani perawatan dan pembinaa,” kata Ferizal Ridwan.

Diakui koordinator Palanta Aksi Kemanusian dan Sosial (Pak’Sa) Ferizal Ridwan bahwa, dia benar-benar merasa lega ketika mendapat kabar dari tim relawan Pak’Sa bahwa Riki Darma Agus dijemput oleh petugas Kementerian Sosial untuk menjalani perawatan di RSJ Prof. HB Saanin Padang untuk kemudian dirujuk ke Sentra Abiseka UPT Kementerian Sosial Kota Pekanbaru.

“Alhamdulillah, akhirnya jeritan ibu malang Ramayilis didengar oleh pemerintah,” ulas Ferizal Ridwan.

Diungkapkan tokoh yang getol mengurus dan memperhatikan orang-orang terlantar, kaum dhuafa dan ODGJ itu, sebagai relawan kemanusian dia merasa senang jika para penderita ODGJ yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota mendapat perhatian dari pihak pemerintah, khususnya Pemkab Limapuluh Kota.

“Berdasarkan data yang berhasil dihimpun tim relawan Pak’Sa, saat ini di Kabupaten Limapuluh Kota terdata sebanyak 17 orang warga Kabupaten Limapuluh Kota penderita ODGJ,” sebut Ferizal Ridwan.

Diakui Ferizal Ridwan, dari 17 orang ODGJ tersebut kondisinya sangat memprihatinkan karena diantaranya ada yang dirantai, dipasung atau dikerangkeng dan diasingkan.

“ Sedangkan 12 orang diantaranya sangat perlu pengobatan rutin, atau pengobatan terusan. Disamping itu, 24 orang ODGJ lainnya dibiarkan lalu lalang di kampung karena mereka memang tak memusuhi orang atau tidak menimbulkan gangguan di lingkungan masyarakat,” ulas Ferizal Ridwan.

Ferizal Ridwan juga mengungkapkan bahwa, tiga orang dari 17 ODGJ yang hidup dipasung dan dirantai serta diasingkan itu, sudah terselamatkan dan dirawat.

“Satu orang warga Harau telah diantarkan tim relawan Pak’Sa ke Bandar Lampung untuk dirawat. Sedangkan 1 orang lagi yakni warga Bukik Limbuku, Harau, juga sudah dibawa ke RSJ Padang dan Kamis (14/7/2022) yakni Riki Darma Agus juga sudah dibawa ke RSJ Prof. HB Saanin Padang untuk kemudian dirujuk ke Sentra Abiseka UPT Kementerian Sosial Kota Pekanbaru,” ungkap Ferizal Ridwan.

Meski demikian, pungkas Ferizal Ridwan, pihaknya tetap berharap 14 penderita ODGJ lainnya yang saat ini ada yang dirantai, dipasung dan diasingkan, hendaknya juga mendapat perhatian dari pihak pemerintah daerah, karena sesuai dengan UU 18 Tahun 2014, serta peraturan dan ketentuan lainnya, penderita ODGJ juga menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah untuk mengurus dan memperhatikan mereka. (ds)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.