Rizki Kurniawan: Dengan PAD Hanya Rp89 Miliar, Memperlambat Langkah Strategis untuk Membangun Daerah

oleh -1.330 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri menyadari bahwa, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hanya sekitar Rp89 Milliar, berdampak lambatnya langkah-langkah strategis untuk membangunan daerah.

“Untuk itu kita mengupayakan sampai tahun 2024, PAD Kabupaten Limapuluh Kota meningkat menjadi Rp300 Millliar,” ungkap Rizki Kurniawan.

Dinyatakan Rizki Kurniawan, sebenarnya banyak sektor yang dapat dimaksimalkan untuk mendongkrak peningkatan PAD seperti dari sektor Pariwisata, pajak galian C dan lainnya.

Rizki Kurniawan juga mengungkapkan, saat ini anggaran yang tersisa di luar belanja rutin dan belanja yang sudah diarahkan hanya Rp200 Miliar. Itu untuk membangun infrastruktur, membangun yang lain sudah habis anggaran.

Dicontohkannya untuk pariwisata Lembah Harau yang merupakan salah satu objek wisata unggulan Limapuluh Kota saat ini baru menyumbang sekitar Rp1,7 Miliar untuk PAD.

Oleh sebab itu, untuk meningkatkan PAD dari Gerbang Harau, pihaknya saat ini tengah mengajukan Ranperda tiket masuk dari Rp5000 menjadi Rp20.000.

“Dalam indikator kinerja pariwisata kita menargetkan peningkatkan jumlah kunjungan dari 700 ribu menjadi 2 juta orang pada 2024. Ketika Ranperda ini disetujui, target kinerja ini dapat tercapai. Maka dari pintu Gerbang Harau saja, itu PAD bisa Rp40 miliar dari Rp1,7 miliar Itu baru satu objek wisata saja dan kita masih punya cukup banyak objek lain yang tidak kalah menjanjikan,” ungkapnya.

Selanjutnya itu seperti pajak galian C yang saat ini hanya menyumbang Rp6 Milliar untuk PAD masih bisa ditingkatkan sementara potensi galian C ini sangat tinggi.

“Kalau saya prediksi itu bisa puluhan miliar. Saat ini, harga dasar penetapan pajak itu rendah, yaitu Rp28 ribu per ton. Kalau daerah lain sudah tinggi ada Rp35 ribu, Rp36 ribu, Rp37 ribu, atau bahkan Rp38 ribu. Kita menetapkan pajaknya 25 persen dari harga dasar tapi harga dasarnya rendah. Ini harus dirubah, ditingkatkan dulu harga dasar, sehingga nilai pajaknya juga menjadi naik,” sebutnya.

Selain itu, pajak rumah makan dan restoran yang saat ini menyumbang Rp900 juta untuk PAD juga masih bisa tingkatkan. Berdasarkan penghitungan yang sudah dilakukannya, sektor ini seharusnya bisa menyumbang minimal Rp12 Milliar untuk PAD.

“Insya Allah dengan kerja-kerja yang akan kami lakukan, target kami ini sangat realistis untuk dapat dicapai. Semoga secara bertahap setiap tahunnya PAD kita meningkat.” Pungkasnya (ds)

No More Posts Available.

No more pages to load.