RN, Terdakwa Pembuat Narkoba Rumahan Divonis 5 Tahun Penjara

Payakumbuh, Dekadepos.com

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Payakumbuh memvonis RN (40) terdakwa pembuat Narkoba dengan Vonis 5 tahun Penjara denda 1 Milyar Subsider 2 bulan penjara, vonis tersebut dibacakan Dr. Indah Wastukencana Wulan, SH. MH, Hakim Ketua yang juga Ketua Pengadilan Negeri Payakumbuh Rabu Siang 24 Oktober 2018. Selain Hakim Ketua, sidang pembacaan tersebut juga didampingi dua Hakim Anggota, Agung Dermawan, SH serta Alexander Gema Rarinta, SH. Sementara terdakwa RN didampingi Penasehat Hukumnya, Dwi Yuneri, SH dari Kantor Pengacara Santika, sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Amrizal, SH diwakili Wisna Variani Daulay, SH.

Dalam sidang tersebut, Majelis Hakim memvonis terdakwa 2 tahun lebih ringan dari tuntutan JPU yakni 7 tahun penjara. Dalam sidang yang terbuka untuk umum itu juga hadir keluarga terdakwa RN. Usai pembacaan Vonis, baik terdakwa maupun JPU pengganti masih pikir-pikir atas vonis yang telah dijatuhkan.

“ Iya, kita masih pikir-pikir atas Vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim. Kalau bicara puas atau tidak, tentu kita tidak puas, karena menurut pengakuan terdakwa di persidangan ia membuat itu (Narkoba.red) hanya untuk mengobati penyakit sinusitis akut yang diderita, dan tidak pula untuk dijual.” Sebut Dwi usai  persidangan.

Sebelumnya diberitakan, terdakwa RN ditangkap Jajaran Polres Payakumbuh (Polsekta Payakumbuh, Satresnarkoba) di kediamannya di Kawasan Payakumbuh Timur, dari penangkapan tersebut berhasil diamankan sejumlah barang bukti yang diduga dijadikan alat dan bahan untuk memproduksi Narkoba jenis sabu-sabu. Baca : http://www.dekadepos.com/2018/06/11/polres-payakumbuh-ungkap-produksi-sabu-sabu/

Setelah ditangkap, tersangka RN menjalani beberapa kali persidangan di Pengadilan Negeri Payakumbuh di Kawasan Koto Nan IV, hingga akhirnya divonis bersalah.

“ Iya, tadi terdakwa RN memang divonis 5 tahun penjara denda 1 Milyar Subsider 2 bulan penjara oleh Majelis Hakim yang menyidangkan perkara itu. Pasca pembacaan vonis, baik terdakwa maupun JPU masih pikir-pikir.” Sebut Agung Dermawan, SH Humas Pengadilan Negeri Payakumbuh. (Edw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *