Robi Alhalim, Santri Nurul Ikhlas yang Dikeroyok Belasan Temannya Meninggal Dunia

Padang, dekadepos.com

Setelah koma selama sepekan, Robi Alhalim, seorang santri di asrama pondok pesantren Nurul Ikhlas, Sumatera Barat yang diduga mengalami pengeroyokon 17 temannya, akhirnya meninggal dunia, Senin (18/2/2019)

Bacaan Lainnya

Informasi diperoleh, Robi meninggal dunia di Rumah Sakit DR Muhammad Djamil sekira pukul pukul 06.20 wib.

“Benar, korban meninggal dunia pagi ini,” kata pejabat pemberi informasi Rumah Sakit Dokter Muhammad Djamil Padang, Gustavianof

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Minggu (10/2/2019) Robi Alhalim menjadi korban 17 rekannya hingga tak sadarkan diri. 

Kabag ops Polres Padang Panjang, Kompol Rudi M didampingi Kasat Reskrim Iptu Kalbert Jonaidi dan Kapolsek X Koto AKP Rita Suryanti saat menggelar konferensi pers di Mapolres, Kamis (14/2/2019) menyebutkan, telah memanggil 19 orang terkait kasus ini.

“Pihak pondok pesantren membawa 19 orang diduga melakukan kekerasan dan pemeriksaan didampingi orangtua santri,” ujarnya.

Pemeriksaan dilakukan terhadap 17 orang pelaku, dan 2 orang saksi dugaan kepada pelaku kekerasan tersebut.

Hingga pada akhirnya, polisi sudah menetapkan 17 orang sebagai tersangka pengeroyokan. Dalam pemeriksaan terungkap, korban dikeroyok selama tiga hari di kamar asrama.

“Dari hasil gelar perkara, penyidik sampai pada kesimpulan untuk menetapkan ke-17 anak tersebut sebagai anak pelaku. Anak pelaku merupakan sebutan lain bagi tersangka dalam kasus yang melibatkan anak-anak, karena kita berpedoman pada UU Perlindungan Anak,” kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang Iptu Kalbert Jonaidi.

Ia menjelaskan, ada 19 santri yang diduga terlibat dan terkait kasus tersebut. Namun hanya 17 yang bisa langsung ditetapkan sebagai anak pelaku, sementara dua lainnya masih berstatus sebagai saksi.

Kalbert mengungkapkan, sampai saat ini para santri yang telah ditetapkan sebagai anak pelaku tidak ditahan sesuai dengan permintaan pihak sekolah dan orang tua.(dh/dtk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *