Sabdul Riki dan Debi Syafendra Belum Juga Ditemukan

oleh -780 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Memasuki hari ketiga proses pencarian 2 warga Jorong Lakuak Gadang, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Kotobaru, Kabupaten Limapuluh Kota yang hanyut terseret arus pasca banjir , sampai hari Selasa (5/2/2019) pukul 18.00 Wib kedua korban belum juga berhasil ditemukan.

Walinagari Pangkalan Rifdal Laksamano dan Sekretaris Nagari Hari Mandala yang dihubungi Selasa malam (5/2/2019) menyebutkan bahwa, meskipun proses pencarian yang dilakukan tim gabungan melibatkan personil Basarnas Limapuluh Kota, BPBD Limapuluh Kota, Bukittinggi Rescue Team, Polsek Pangkalan, PMI Unit Politani, Tagana, Sekber, KSB/IKA 00/03, Koramil dan Damkar belum membuahkan hasil, namun antusias masyarakat dan relawan untuk melakukan pencarian sampai tengah malam dengan peralatan seadanya memakai perahu karet dengan penerangan lampu senter, masih terus dilakukan.

“ Sejumlah relawan dan masyarakat malam ini masih melakukan pencarian disepanjang aliran sungai Batang Maek. Bahkan warga setempat menggelar wirid membacakan surat Yasin dan berdoa agar kedua korban berhasil ditemukan,” ungkap Walinagari Pangkalan Rifdal Laksamano dan Sekretaris Nagari Hari Mandala.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa, usaha pencarian terhadap Sabdul Riki  dan Debi Syafendra yang hanyut dalam musibah bencana banjir yang menerjang daerah itu, Minggu (3/2/2019) itu tidak hanya dilakukan oleh pihak tim gabungan, bahkan Bupati Limpuluah Kota Irfendi Arbi serta Dandim 0306/50 Kota Limapuluh Kota, Letkol Kav. Solikhin juga ikut mengarungi sungai Batang Maek untuk membantu mencari kedua korban.

Dalam pidatonya, Bupati Irfendi Arbi menyampaikan rasa keprihatiannya dan ikut berduka atas musibah hanyut kedua korban akibat musibah banjir tersebut.

“ Karena saat ini kondisi cuaca sangat ekstrim dan yang masih diguyur hujan, warga Kabupaten Limapuluh Kota yang berada di kawasan rawan bencana longsor dan banjir, utamanya warga Kecamatan Pangkalan diminta untuk terus waspada dan berhati-hati terhadap adanya kemungkinan musibah bencana alam banjir dan longsor akan terjadi,” ungkap Bupati Irfendi Arbi.

Seperti diberitakan sebelumnya, musibah banjir yang melanda Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Kotobaru, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (3/2/2019) telah menelan korban 3 orang warga hanyut akibat diterjang arus banjir yang meluap.

Informasi atau kabar hanyutnya ke tiga orang warga Jorong Lakuak Gadang tersebut baru diperoleh pihak Pemerintahan Nagari Pangkalan Minggu sore (3/2/2019) pukul 17.00 Wib.

Dilaporkan warga,  1 orang korban bernama Fikri (19 tahun) yang terseret harus sepanjang 1 km, sudah ditemukan dengan kondisi selamat. Sedangkan 2 orang korban lainnya masing-masing bernama Sabdul Riki (17 tahun) dan Debi Syafendra (17 tahun) sampai Minggu malam (3/2/2019) pukul 24.00 Wib masih dicari dan belum berhasil ditemukan.

Menurut Walinagari Pangkalan Rifdal Laksamano melalui Sekretaris Nagari, Hari Mandala, peristiwa hanyutnya ke tiga warga Jorong Lakuak Gadang tersebut, berawal ketika ketiga korban hendak menolong atau mengevakuasi warga yang terjebak banjir dengan mengunakan sebuah perahu atau sampan.

Namun di luar dugaan, sampan yang dipergunakan ketiga korban untuk mengevakuasi warga yang terkepung banjir tersebut, tiba-tiba terhempas oleh terjangan luapan arus yang deras, sehingga sampan yang mereka tumpangi patah dan hancur dan ketiga korban terseret arus dan sampai kini kedua korban belum berhasil ditemukan. (edw)