Satgas Ajak Disiplin Terapkan Prokes, Sejumlah Pesta di Limapuluh Kota Dibubarkan

oleh

LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.com

Satuan Tugas Covid 19 Kabupaten Limapuluh Kota, mengajak agar masyarakat setempat, disipilin menerapkan Protokol Kesehatan, sebagai upaya pencegahan dan penegandalian Covid 19 di daerah itu.

Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Untuk itu, kita minta agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan, jangan sampai melanggar perda AKB,” ujar Kabid Penegakan Hukum Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Bobby Irwanto, SE, Selasa (19/1).

Menurutnya, pihaknya akan terus melakukan penegakan hukum terkait perda AKB tersebut. “Kita akan terus melakukan operasi yustisi terhadap kegiatan yang menimbulkan kerumunan / keramaian dan tidak menerapkan protokol kesehatan di Kabupaten Lima Puluh Kota,” ujarnya.

Seperti yang terjadi pada Sabtu (16/1) lalu, dimana tim membubarkan sejumlah pesta warga, yang disinyalir melanggar protokol kesehatan.

“Usai apel gabungan TNI, Polri dan Satpol PP di halaman Polres Lima Puluh Kota, tim langsung meluncur ke wilayah Kecamatan Harau dan ditemukan objek lokasi keramaian,”sebutnya.

Dimana sebuah rumah di Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau yang sedang mengadakan pesta pernikahan, dengan memasang tenda di halaman rumah untuk menampung tamu, namun tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Berdasarkan aturan, maka kegiatan pesta pernikahan ini harus dihentikan dan tenda yang telah dipasang harus dibuka seketika” ucapnya.

Sempat terjadi penolakan hingga terjadi perdebatan antara petugas dari Satgas Penanganan Covid-19 dengan pihak keluarga, namun dapat mereda.

Kemudian juga ditemukan pesta pernikahan yang tidak memiliki izin keramaian di Nagari Bukik Limbuku.

“Terkait pelanggaran kegiatan yang tidak memiliki izin keramaian, Satgas Penanganan Covid-19 langsung membubarkan kerumunan dan meminta pemilik hajatan untuk membuka tenda yang telah terpasang seketika,” sebutnya.

Terakhir juga ditemukan berupa pesta pernikahan di Jorong Pulutan Nagari Koto Tuo Kecamatan Harau yang juga melanggar protokol kesehatan.

“Berdasarkan Perda No. 6 Tahun 2020, mengungkapkan bahwa pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) setiap warga masyarakat wajib menerapkan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya kerumunan. Untuk itu kita harap warga lebih disiplin dalam penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

Usai memberi sanksi berupa pembubaran keramaian dan pembongkaran tenda bagi masyarakat yang tidak menerapkan protokol Kesehatan.

Satgas Penanganan Covid-19 Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan yang terdiri dari TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Satpol PP dan Perhubungan itu juga melakukan pendataan para pemilik acara/kegiatan yang terjaring pada operasi yustisi kedalam aplikasi Sistem Pelanggaran Peraturan Daerah (SIPELADA) sebagai bahan monitoring selanjutnya. (rdo)