Sebelum Dibongkar Petugas, Kedai Kopi “ Alphazolam” Dibongkar Duluan

oleh -533 views

Payakumbuh, Dekadepos.com

 

Sehari setelah Kepala BNNK Payakumbuh, AKBP. Firdaus mendampingi Walikota Payakumbuh, Riza Falepi melakukan inspeksi mendadak ke sebuah Kedai Minuman (Kopi.red) yang berada di Kawasan Pasar Ibuah Barat Kota Payakumbuh Kecamatan Payakumbuh Barat, pihak keluarga yang mendirikan Kedai tersebut langsung melakukan pembongkaran terhadap kedai yang juga menjual Pil Alphazolam (Obat Daftar G/harus dibeli dengan resep dokter.red).

baca : https://www.dekadepos.com/kedai-penjual-obat-psikotropika-bakal-di-bongkar/

Hal tersebut diungkapkan Kasatpol-PP & Damkar Payakumbuh, Devitra, Jumat siang (5/1/2018). Menurut mantan Kabag Kesra itu, sebelumnya Pemko Payakumbuh juga telah melayangkan/mengirimkan surat kepada pihak keluarga yang mendirikan kedai untuk membongkar sendiri bangunan semi permanen yang banyak dikeluhkan warga karena pengelola kedai menjual Pil Alphazolam dan Pil Eximer secara bebas, apalagi kepada para Anak Baru Gede (ABG). Kedua pil tersebut seharusnya tidak bisa diperjualbelikan secara bebas tanpa resep dokter.

“ Setelah Pak Walikota dan Unsur lainnya melakukan inspeksi dan memberikan surat peringatan, pihak keluarga dari pengelola Kedai itu telah melakukan pembongkaran. Kita tentu apresiasi. Kami tadi juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Koperindag dan Dinas Pasar”. Sebut Devitra, Jumat (5/1).

Devitra juga menambahkan, Pembongkaran tersebut dilakukan oleh keluarga penghuni kedai pada Kamis siang (4/1). Dan berjalan dengan aman dan tertib.

Ditempat terpisah, Ketua DPRD Payakumbuh, Yendri Bodra dt. Permato Alam mengapresiasi Tim Gabungan yang rutin melakukan razia mengantisipasi pelanggaran Penyakit Masyarakat, sehingga berbagai keluhan masyarakat dapat ditinjaklanjuti.

“ Kita dukung dan apresiasi Tim Gabungan yang rutin melakukan razia pekat, sehingga apa yang dikeluhkan masyarakat dapat ditindaklanjuti. Termasuk melakukan langkah-langkah terbaik dalam penertiban, salah satunya meminta pemilik kedai Kopi untuk membongkar sendiri kedai itu, sebab diketahui mereka menjual obat-obatan yang seharusnya tidak diperjual belikan secara bebas”. Sebut Politisi Golkar itu. (Est)