Sebelum Musibah Itu, Ayah dan ibu Hendak Pergi Pengajian

oleh -5.833 views

LIMAPULUH KOTA,Dekadepos.com

Suasana haru datang dari rumah duka Yarnida, Warga Subarang Parik, Jorong Tanjung Haro Selatan, Kenagarian Sikapa, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota yang meninggal akibat terkena longsor di jalan lintas Sumatera Halaban – Lintau Buo.

Isak tangis menyambut kedatangan Jenazah datang dari anak korban, kerabat dan warga lainnya. Jasad Yarnida diantarkan di rumah duka pada Jumat (12/10/2018) malam sekitar pukul 19.00 Wib. Sedangkan suaminya yang juga turut terkena longsor, Iwir (62) sampai berita ini diturunkan belum juga ditemukan.

“Sesudah Sholat Ashar, waktu itu ayah dan Ibu hendak pergi pengajian ke Lintau Buo menggunakan sepeda motor. Setiap Kamis Malam Beliau selalu ikut pengajian, jadi tidak ada firasat apa-apa ketika kejadian menimpa ibu,”ujar kedua anak Korban Riki dan Riko yang juga merupakan kepala Jorong Tanjung Haro Selatan ini menceritakan kepergian orang tuanya.

Dikatakan Riko, waktu kejadian Banjir Bandang dan longsor di daerah Lintau Buo dirinya mendapat kabar dari media sosial, namun tidak ada firasat bahwa ibunya bakal terkena musibah itu.

Awalnya, tidak ada dari kami yang menduga bahwa motor yang dikendarai ibu dan ayah bakal terkena musibah ini. Namun setelah bebarapa waktu Riko mencoba menghubungi ayah dan ibunya melalui telpon, namun urung mendapat kabar. “Waktu itulah kita mulai berfirasat buruk setelah tidak bisa berkomunikasi dengan ayah dan ibu,”ujarnya.

Pada Jumat pagi, dirinya mencoba mencari keberadaan kedua orang tuanya menuju Lintau. Hingga, pada akhirnya Riko mendapat kabar bahwa ada pengendara sepada motor yang tertimbun longsor dengan ciri-ciri yang sama dengan sepeda motor ayahnya.

Pada Jumat Sore tim sar berhasil menemukan jenazah Yarnida dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke puskesmas Lintau Buo. Selanjutnya Jenazah Yarnida langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka pukul 18.30 WIB di Jorong Tanjung Haro, Kenagarian Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota dan dikebumikan Sabtu (13/10/2018) dirumah duka.

Kepala BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Sar di Lintau Buo saat ini masih berupaya mencari keberadaan Iwir (62). “Mudah-mudahan keberadaab korban ini segera ditemukan,”ujarnya.

Sementara itu, Bupati limapuluh Kota, Irfendi Arbi yang saat ini sedang bertugas di Jakarta mengatakan ikut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa korban. “Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah atas musibah yang terjadi,”ungkapnya. (Edw)