Sehari Penuh di Kabupaten Limapuluh Kota, Bupati Safaruddin Berhasil Yakinkan Menteri Suharso Monoarfa

oleh -24 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Mengawali karirnya sebagai Kepala Daerah, pasangan Bupati-Wakil Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt.Bandaro Rajo dan Rizki Kurniawan Nakasri (Safari) pantas mendapat acungan jempol dari masyarakatnya.

Pasalnya, belum genap dua bulan memimpin daerah yang belum memiliki tatanan enonomi dan pembangunan ifrastruktur yang baik dan memadai ini, duet  Safari sudah berhasil menyakinkan para petinggi Pemerintah Pusat. Dan bahkan, berhasil memboyong Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, melakukan kunjungan kerja sehari penuh sepanjang, Jum’at (9/4/2021) untuk melihat secara dekat dua potensi besar yang dimiliki Kabupaten Limapuluh Kota yakni, Balai Pembibitan Ternak-Hijau Makanan Ternak (BPT-MHT) Padang Mangateh yang berada di Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota dan Musium PDRI di Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunung Omeh.

Kedatangan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa di Kabupaten Limapuluh Kota disambut langsung Bupati Limapuluh kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, Wakil Bupati Rizki Kurniawan Nakasri, Kepala BPTU-HPT Padang Mangateh, drh. Gigih Tri Pambudi, MM di rumah dinas Bupati untuk selanjutnya melakukan kunjungan ke BPTUHPT Padang Mangateh dan dan Museum Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Diakui Menteri Suharso Monoarfa, keberadaan BPTUHPT Padang Mangateh dan Museum Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) adalah dua potensi besar untuk dapat meningkatkan ekonomi dan pembangunan daerah Kabupaten Limapuluh Kota.

Untuk itu, ujar Menteri Suharso Monoarfa, perlu dilanjuti dengan perencanaan dan penataannya. “Saat ini internal Bappenas tengah mencari solusi evektif, agar daerah-daerah dapat seminim mungkin bergantung pada APBN. Artinya, banyak sekali sumber pembiayaan yang bisa degerakkan untuk membangun daerah seperti menggalang kerja sama dengan pihak swasta melalui mekanisme kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU.

Terkait BPTU-HPT)Padang Mangateh, Menteri Suharso Monoarfa mendorong agar daerah yang memiliki peternakan sapi yang telah berkembang bisa memiliki keluaran (output) lain sehingga bisa menjadi nilai tambah bagi daerah tersebut.

“Setiap daerah kalau sudah berkembang peternakannya yang ke luar dari daerah itu harus dalam bentuk daging, sehingga ada nilai tambah bagi daerah,” ulas Menteri Suharso Monoarfa.

Pada kesempatan itu, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin memaparkan sektor potensial yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota, diantaranya sektor pertanian, perternakan, pariwisata termasuk kawasan BPTU-HPT Padang Mangateh.

“Kita sedang berbenah Pak Menteri. Mudah-mudahan dengan bantuan Pak Mentri dalam rentang tahun 2021-2024 kita dapat meningkatkan populasi sapi 45.000 menjadi 100.000 ekor. Limapuluh Kota mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, peternakan maupun pariwisata. Kita berharap pembibitan sapi di BPTU Padang Mangateh juga dapat ditransfer dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” papar Bupati Safaruddin.

Disela-sela kunjungan ke BPTUHPT Padang Mangateh, Menteri Suharso Monoarfa sempat menyinggung soal proyek jalan tol Sumbar-Riau.

“Proyek jalan tol Sumbar-Riau ini bertujuan untuk mendukung fungsi jalan sebagai tulang punggung pengembangan perekonomian regional. Ini perlu dorongan serius Pemerintah Daerah untuk mewujudkan. Jalan ini tidak ada yang akan dirugikan, tolong Pak Gubernur dan Pak Bupati sosialisasikan dengan tepat agar masyarakat mendapatkan kepastian dan kejelasan terhadap proyek ini.” ungkap Menteri Suharso Monoarfa.

Usai mengunjungi BPTUHPT Padang Mangateh, Menteri Suharso Monoarfa melakukan kunjungan ke Kototinggi, Kecamatan Gunung Omeh, melihat pembangunan Museum Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang kini masih terbengkalai.  

Diungkapkan Bupati Safaruddin, terkait pembangunan Monumen Bela Negara yang saat ini tengah dikeroyok oleh 6 Kementrian dibawah koordinasi Kemenkopolhukam melalui Inpres Percepatan Penyelesaian Pembangunan Monumen Bela Negara ini, potensinya sangat besar untuk mendongkrak perekonomian Kabupaten Limapuluh Kota.

“Pembagunan Monumen Bela Negara ini akan menjadikan Kabupaten Limapuluh Kota sebagai segitiga emas. Tentu saja akan menggerakan sektor pariwisata, ekonomi dan pendidikan serta aspek pembangunan lainnya di daerah ini. Untuk itu, mohon berikan kami bimbingan dan arahan Pak Menteri,” ujar Bupati Safaruddin.

Kunjungan kerja Menteri Suharso Monoarfa itu ditutup dengan melihat produk ekonomi kreatif masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota. Diantaranya, kain tenun, kuliner rendang, teh gambir, anyaman mansiang, sulaman dan produk kopi bubuk lokal. (ds)