Selama Pandemi Kunjungan Wisata di Kota Bukittinggi Turun Hingga 60 Persen

oleh

Bukittinggi, dekadepos.com-

Pandemi covid-19 sangat berimbas kepada tingkat kunjungan pariwisata di Kota Bukittinggi. Bahkan, tingkat kunjungan itu berdampak negatif pada target pendapatan.

Seperti yang dikatakan Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi melalui Sekretaris Disparpora, Nenta Oktavia kepada
Dekadepos,dimana target pendapatan retribusi Dinas Pariwisata untuk objek wisata awal tahun 2020 sebesar Rp25 miliar. Setelah anggaran perubahan, pendapatan ditarget menjadi Rp12 miliar lebih. Pendapatan itu, terdiri dari retribusi objek wisata dan sarana olah raga.

“Dari target Rp12 miliar itu, terealisasi sampai akhir tahun 2020
hanya se besar Rp10 miliar lebih atau 90,1 persen, terdiri dari
retribusi pelayanan tempat pariwisata, objek wisata TMSBK dan
Panorama, ditarget Rp11,8 miliar lebih, terealisasi Rp10,7 miliar
lebih atau 90,7 persen,sedangkan retribusi pelayanan tempat olahraga ditarget Rp30 juta, terealisasi Rp56,9 juta atau 190 persen,” ungkapnya.

Penurunan target dan juga belum tercapainya target 100 persen
oleh Disparpora, memang terkendala karena pandemi covid-19, sehingga objek wisata beberapa kali ditutup. Apalagi pada masa liburan.

“Biasanya, satu hari libur khususnya libur akhir tahun, pendapatan bisa men capai Rp200 juta perhari. Sekarang, selama pandemi tentunya sangat menurun, jumlah kunjungan wisata juga sangat turun hingga 50 sampai 60 persen, bahkan untuk akhir tahun seluruh Objek wisata berbayar ditutup, sehingga sangat berpengaruh kepada pendapatan,” ujar Nenta Oktavia sembari berharap pandemi covid-19 dapet segera berakhir.

Kemudian,untuk membangkitkan gairah pengunjung kota wisata Bukittinggi, Pemko Bukittinggi melalui Disparpora memiliki objek baru di taman TMSBK yaitu Kinantan Bird Park atau Taman Burung, Zona Reftil dan Zona Karnivora.

Khusus untuk Zona Reftil dan Zona Karnivora akan diresmikan dalam waktu dekat ini, sedangkan untuk Kinantan Bird Park atau taman Aviari telah diresmikan. Dan Kehadiran Taman Aviari itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung TMSBK.Dan itu terbukti dengan cukup ramainya pengunjung memasuki Taman Aviari yang merupakan objek kunjungan TMSBK, kata Nenta Oktavia.

Sekarang hadir pula Zona Reftil dan kandang Karnivora,kedua objek
wisata ini juga memiliki daya tarik yang luar biasa, dimana pengnjung TMSBK dapat meli hat dari dekat binatang binatang buas itu dari Balik Kaca.dan setelah diresmikan nya dua objek ini,tentu diharapkan akan dapat menambah tingkat kunjungan ke TMSBK Bukittinggi,ungkap Sekretaris Disparpora tersebut.

Disamping itu,Nenta Oktavia juga menghimbau kepada Pengunjung ataupun petugas Objek wisata yang ada di Bukittinggi,karena Pandemi Covid-19 ini belum berakhir,guna mencegah penyebaran Covid-19 di Objek wisata,diminta untuk sela lu memakai masker, sering mencuci tangan ditempat tempat yang telah disedia kan dan jangan lupa untuk menjaga jarak,tambah Nenta. (edis)