Selama Pandemi, Lebih Separuh UKM di Sumbar “Mati”, Ini Saran Ketua DPRD

oleh -129 views

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Lebih dari separuh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ada di Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat (SUMBAR) disebut Ketua DPRD Provinsi SUMBAR Supardi, “mati” selama Pandemi Covid-19, akibatnya berdampak pada perekenomian masyarakat.

Untuk itu menurut Politisi Gerindra tersebut, Pemerintah harus memberikan berbagai kemudahan agar usaha masyarakat bisa kembali bangkit dan bertahan, termasuk untuk meningkatkan Sosialisasi terkait berbagai program pemulihan/recovery ekonomi di Sumatera Barat.

Hal tersebut diungkapkan mantan Anggota DPRD Payakumbuh itu saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 14 tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 3 tahun 2014 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014-2025 di salah satu rumah makan di Jorong Sikabu-kabu Nagari SITAPA Kecamatan Luak Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu pagi 6 November 2021.

Selain UKM, Menurut Supardi pariwisata di Sumatera Barat juga menjadi sektor yang ikut terdampak akibat Pandemi Covid-19 dan banyaknya UKM yang “MATI”. Untuk itu kedepan, Pemerintah diminta meningkatkan Sosialisasi terkait berbagai Program Pemulihan yang digulirkan Pemerintah Pusat maupun Provinsi.

” Iya, selama Pandemi Covid-19 yang terjadi, lebih dari separuh UKM yang ada di Sumatera Barat Mati akibat diberlakukan batasan-batasan terkait kegiatan masyarakat, lal ini juga berdampak pada sektor Pariwisata. Memulihkan kondisi UKM, Pariwisata dan sektor lainnya di Sumatera Barat Pemerintah telah menggulirkan berbagai Program Pemulihan Ekonomi, namun kurang tersosialisasi ke tengah masyarakat atau pelaku UKM, sehingga banyak mereka yang tidak tahu.” Sebutnya.

Ia juga menambahkan, dari sekitar 2800 UKM yang ada di SUMBAR, tidak semua pelaku tahu adanya program pemulihan/recovery berupa bantuan modal dengan persyaratan dan bunga yang rendah, untuk itu kedepan perlu peningkatan Sosialisasi.

” Selain dari Pemerintah Pusat berupa Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), ditingkat Provinsi juga ada Program bantuan dari salah satu Bank dengan nama SIMAMAK. Meskipun syarat mudah dan bunga yang ringan, namun banyak pelaku UKM yang belum tahu atau takut ketika berurusan dengan Bank. Untuk itu perlu peningkatan penyebaran Sosialisasi terkait program Pemerintah itu.” Ucapnya.

Salah satu contoh nyata UKM yang mati menurut pria yang dikenal nama Guru itu, adalah UKM yang ada di GOR H. Agus Salim yang terpaksa gulung tikar karena kegiatan keramaian yang tidak diperbolehkan saat Pandemi Covid-19. (Edw).

No More Posts Available.

No more pages to load.