Sempat Kejar-kejaran, Tim 7 Payakumbuh Amankan Waria dan Perempuan Malam

oleh -11.127 views

TIM 7 TERTIBKAN WARIA DAN PEREMPUAN MALAM

PAYAKUMBUH, Dekadepos.com

Dua orang wanita pria (Waria) dan 2 (dua) orang perempuan yang berkeliaran malam hari serta beberapa remaja yang masih berstatus pelajar diamankan oleh satuan Tim 7 Kota Payakumbuh, pada Minggu (21/10) dini hari. Hal itu merupakan hasil dari operasi rutin Tim 7 dalam rangka mengatasi berkembangnya penyakit masyarakat di Kota Payakumbuh. 

Tim memulai penertiban pada pukul 01.30 WIB. Sejumlah petugas berpakaian preman sempat kejar kejaran dengan dua orang Waria yang biasa mangkal di kawasan Bunian dan Parak Batuang, Kecamatan Payakumbuh Utara. Satu orang berhasil ditangkap dikawasan bunian beriniaial AA dan satu lagi diamankan di depan Apotik Medika Farma, Koto Baru berinisial MD.

Selanjutnya, sekitar jam 02.30 WIB,  tim meluncur ke kawasan Pasar Ibuh. Disana tim mengamankan dua pasang muda-mudi di dua lokasi yang berbeda. Satu pasang diamankan dalam kedai tuak yang sudah tutup dan sepasang lagi di tempat karaoke yang juga menjual tuak berjarak 50 m dari lokasi pertama di kawasan Ibuh Timur.

Tidak puas dengan hal itu, tim menggrebek sebuah Warnet dan game online di Simpang Benteng yang sebelumnya sudah diberi peringatan sebanyak tiga kali. Warnet ini disamping tidak punya izin juga beroperasi 24 jam.

Saat digrebek, sebanyak 21 orang pemuda dan remaja lagi asyik bermain game online ditempat yg memiliki 35 unit komputer PC ini, padahal jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari. 

“Khusus remaja yang masih berstatus pelajar SLTP dan SLTA kami bawa ke kantor Satpol PP, Bukit Sibaluik untuk didata dan diproses lebih lanjut,” ujar Kasatpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Devitra. 

Dikatakan, saat digrebek, pemilik Warnet tersebut tidak berada ditempat. Petugas kemudian berinisiatif mengontak pemilik untuk datang ke lokasi warnet miliknya.

“Kita terpaksa membawa 1 unit  komputer PC untuk dijadikan barang bukti pelanggaran pada proses penegakan hukum. Kita juga akan berkoordinasi dengan Badan Penanaman Modal & PTSP Kota Payakumbuh terkait rencana penyegelan Warnet sampai pemilik mengurus izin dan mematuhi jam operasional,” ujar Devitra. 

Kepada Waria alias bencong serta muda-mudi yang berkeliaran malam tersebu dipanggil keluarganya dan dilakukan pendataan serta membuat surat perjanjian. Apabila kembali melakukan hal yang sama, mereka akan direhabilitasi dibawah binaan dinas sosial.Sedangkan untuk pelajar yang bermain di Warnet sampai malam diserahkan oleh petugas Satpol PP ke orang tua masing masing setelah menandatangani surat perjanjian. 

Ada yang menarik dari pengakuan sang ibu kandung bencong Bunian berinisial AA. Sang ibu yang juga beralamat di Bunian ini tidak menyalahkan anaknya, tetapi menyalahkan dirinya sendiri. 

Sambil bersedih dan menyesali diri, dia menguraikan bahwa prilaku. AA demikian dimulai ketika sang ibu hamil dan sangat berharap sekali melahirkan anak perempuan.  Pakaian bayi yang disiapkan semuanya untuk menanti kedatangan anak perempuan. 

Seperti tidak menerima takdir Allah yang lahir justru anak laki-laki. Namun ibu dari AA tetap memperlakukan anaknya sebagai seorang perempuan. Sang anak dipasangkan pakaian perempuan. Dari kecil rambutnya dipanjangkan dan biasa dikepang dua, sehingga tumbuhlah ia sampai sekarang berprilaku sebagai perempuan. 

Berbeda dengan AA, Waria MD yg memanggil dirinya dengan Mona berprofesi sebagai Waria untuk menghidupi ibunya yang sudah tua dan sering sakit-sakitan. Yang bersangkutan mengaku juga punya hutang yang harus diangsurnya setiap hari. MD juga mengaku dari kecil sudah punya sifat keperempuanan.

“Kepada semua orang tua kami menyampaikan agar jangan salah dalam mendidik anak. Bimbinglah anggota keluarga kita dengan nilai-nilai agama yang benar, agar kita tidak menyesal di kemudian hari,” Pungkas Devitra. (dho)