Sempat Lari, Eh Akhirnya Ketangkap Juga

oleh -5.768 views

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Entah apa yang merasuki seorang Apak (Bapak.red) yang berasal di salah satu Nagari di Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota – Sumatera Barat. Bukannya melindungi sang anak (Anak tiri.red), pelaku berinisial EM (50) yang sehari-hari berprofesi sebagai petani justru tega “Makan” (Setubuhi.red) anaknya.

Kasus Dugaan persetubuhan tersebut dilakukan pelaku di salah satu Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, pertengahan Februari lalu. Pelaku yang sempat buron usai melampiaskan nafsu setannya itu, akhirnya berhasil dibekuk Tim Opsnal Satreskrim Polres Limapuluh Kota yang dipimpin Kanit Buser, AIPDA. Bainur saat bekerja sebagai buruh bangunan disebuah Ruko di Kota Bukitinggi. Sempat mengelak dan mencoba mengelabui petugas, pelaku yang pernah ditinggal mati istri pertama itu akhirnya pasrah di giring ke Polres Limapuluh Kota.

AKBP. SRI WIBOWO, KAPOLRES 50 KOTA. (FOTO : IST)

Terungkapnya kasus memalukan yang dilakukan pelaku itu, berawal dari laporan Korban Marasai (15) yang juga merupakan Gadis Tuna Rungu kepada sang ibu. Lewat bahasa isyarat yang juga dipahami ibunya itu, Marasai mengaku telah dicabuli oleh pria yang selama ini menjadi suami ibunya itu. Namun sayang, belum sempat menanyai kebenaran hal itu, EM yang merupakan pelaku lebih dahulu minggat dari rumah. Tak puas, keesokan harinya, ibu korban melapor ke Mapolres Limapuluh Kota.   

Sesuai laporan ibu Marasai sehari setelah kejadian, Polisu (Tim Opsnal Satreskrim.red) melakukan pengejaran terhadap pelaku EM, namun sayang pencharian belum membuahkan hasil. Pelaku akhirnya dibekuk Rabu 15 April 2020 di Kota Bukitinggi.

“ Iya, setelah menerima laporan ibu korban, kita langsung memburu pelaku. Namun ia lebih dahulu kabur. Namun pengejaran yang dilakukan anggota akhirnya membuahkan hasil, pelaku kita tangkap saat bekerja disebuah Ruko sebagai buruh bangunan.” Sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Sri Wibowo, Rabu 15 April 2020.

Kapolres juga menyebutkan, kasus dugaan persetubuhan yang terjadi 15 Februari lalu itu, berawal saat korban Marasai tengah mandi di sebuah sumur yang berada sekitar 200 M diluar rumahnya, disaat bersamaan pelaku EM juga tengah menyabit rumput. Saat itu, pelaku sempat melihat korban mandi, saat hendak memasang handuk itulah pelaku mulai kesetanan dan melancarkan nafsu setannya kepada korban. Usai kejadian pelaku langsung minggat.

“ Saat itu, korban sedang mandi di sumur yang berada di luar rumah, dan disaat bersamaan pelaku juga tengah menyabit rumput dilokasi yang tak jauh dari sumur. Diduga karena melihat korban mandi, niat jahat pelaku muncul sehingga melakukan perbuatan itu kepada anak tirinya.” Tambah Kapolres.  

Hingga kini, pelaku telah diamankan di Mapolres Limapuluh Kota Kawasan Ketinggian Kecamatan Harau untuk penyelidikan lebih lanjut. (Edw).