Seorang Nenek Di Payakumbuh Tewas Dengan Luka Tusukkan

oleh -10.869 views

Payakumbuh, Dekadepos.com

Hanya berselang beberapa hari pasca kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian yang dilakukan lima orang remaja di Payakumbuh terhadap seorang pria asal Mungka Kabupaten Limapuluh Kota di Kawasan Simpang Empat Napar karena diduga cemburu, korban menggoda teman wanita salah seorang pelaku penganiayaan.

Kini, kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban tewas/meninggal kembali terjadi. Seorang nenek bernama Ramunas (78) Warga Kelurahan Padang Tangah Payobabadar Kecamatan Payakumbuh Timur yang tinggal sehari-hari diwarungnya di Simpang Tigo Payobadar, ditemukan tewas didalam warung kayu miliknya.

Wanita tersebut ditemukan tak bernyawa dilantai yang tak jauh ditempat tidur miliknya yang juga berada didalam warung. Peristiwa tersebut langsung menyebar, sehingga ratusan warga sekitar dan pengendara berdatangan ke lokasi kejadian.

Aparat kepolisian dari Mapolsekta Payakumbuh, Luhak serta anggota Reskrim dan INAFIS juga terlihat turun ke lokasi kejadian. Kapolres Payakumbuh, AKBP. Alex Prawira melalui Kasat Reskrim, AKP. M. Rosidi didampingi KBO Reskrim. IPTU. Eridal dilokasi kejadian menyebutkan bahwa ditubuh korban terdapat bekas tusukan senjata tajam.

” Iya, memang ada luka tusuk di tubuh korban. Korban meninggal dilokasi kejadian. Kita masih melakukan penyelidikan ” Sebutnya, Jumat pagi 18 September 2020.

AKP. Rosidi juga menambahkan, pasca kejadian tersebut, pihaknya terus melakukan penyelidikan penyebab tewasnya korban. Jasad korban juga telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Dr. Adnaan WD Payakumbuh untuk dilakukan Visum.

Dari pantauan di Lokasi  kejadian, saat jasad korban hendak dibawa menggunakan Ambulance salah satu Puskesmas di Payakumbuh, terlihat sejumlah bekas luka di leher kiri dan kanan serta pundak. Polisi (Tim Inafis.red) yang melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga terlihat mengamankan sebilah pisau dapur.

Elimisdar (60) yang merupakan sepupu korban, membenarkan bahwa korban sehari-hari memang tinggal dan beraktivitas di warung itu.

“ Iya, korban memang tinggal sehari-hari di kedai. Biasanya kedai tersebut tutup sekitar pukul 21.00 Wib.” Ucapnya. (Edw).