Siang Ini, Fenomena Tanpa Bayangan di Sarilamak dan Payakumbuh, Ini Jadwalnya

oleh -1.137 views
Ilustrasi (ist)

LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.com

Hari tanpa bayangan akan terjadi di Wilayah Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh serta berapa kota di Sumatera Barat, pada Rabu (23/9/2020).

Hal ini diungkapkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang dalam halaman media sosial Facebooknya.

“Salamaik pagi warga Padang Panjang, Pariaman, Parit Malintang, Batusangkar, Sawahlunto, Sarilamak, Muaro Sijunjung, dan Payakumbuh
.Rabu, 23 September 2020, posisi Matahari akan tegak lurus di atas wilayah sanak sadonyo.

Posisi tersebut tidak hanya akan menyebabkan sinar matahari semakin terik dan suhu udara dirasakan lebih panas, tetapi juga menyebabkan bayangan benda menghilang. Fenomena ini disebut juga sebagai fenomena kulminasi utama atau #HariTanpaBayangan.

Buat kamu yang mau mengamati fenomena ini, sesuaikan jam yang akan digunakan untuk dengan jam BMKG,” tulisnya

Berdasarkan data yang dirilis BMKG Fenomena alam tersebut dapat dilihat masyarakat daerah Sarilamak Pada pukul 12.09.39 WIB, dan Kota Payakumbuh pada pukul 12.09.46 Wib, padang panjang 12.10 WIB, Pariaman 12.11.49 Wib, Parit Malintang 12.11.11 Wib, Sawahlunto 12.09.39 WIB dan Muaro Sijunjung pada pukul 12.08.35 Wib.

Nah, bagi masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena tersebut BMKG menghimbau agar menggunakan pelindung surya untuk mengurangi sengatan matahari, membawa bekal atau minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi terutama bagi yang beraktivitas diluar ruangan.

Sebelumnya, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang, Mamuri menyebutkan, bahwa mulai Senin 21 September 2020 sampai dengan 27 September 2020 bakal ada hari tanpa bayangan di beberapa wilayah Sumatera Barat (Sumbar).

BACA JUGA:
Buih Putih Kejutkan Warga Sijunjung

Hari tanpa bayangan itu terjadi pada saat matahari tepat berada di atas kepala pengamat. Sehingga bayangan yang ditimbulkan tegak lurus dan bertumbuk pada pengamat itu sendiri.

Mamuri menyampaikan bahwa fenomena hari tanpa bayangan itu hanya terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya pun tidak jauh saat matahari berada di khatulistiwa. Peristiwa tersebut terjadi karena posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuador.(dho)