Skema Gaji PNS Dirombak, Pemerintah: tak Akan Turun

oleh

Nasional, dekadepos.com

Skema Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Direncanakan bakal dirombak. Rencananya tidak lagi berbasis pangkat atau jabatan namun berdasarkan beban kerja.

“Meskipun ada perombakan namun gaji yang akan diterima oleh PNS tidak akan mengalami penurunan,” ujar Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono.

Menurutnya, tetap akan ada beberapa tunjangan yang diberikan oleh pemerintah.

“Tunjangan tersebut nanti masuk dalam komponen gaji kecuali tunjangan kinerja dan tunjangan kemahalan,” ujarnya saat dikutip Okezone, Selasa (1/12/2020).

Menurut Paryono, nantinya sistem penggajianmemang akan ada beberapa perubahan. Dalam penetapan gaji, nantinya akan dilihat dari mulai beban, tanggung jawab dan risiko pekerjaannya.

“Formula Gaji PNS yang baru akan ditentukan berdasarkan Beban Kerja, Tanggung Jawab, dan Risiko Pekerjaan,” ucapnya.


Tak hanya gaji, tunjangan pun akan mengalami perubahan skema. Adapun untuk formula Tunjangan PNS nantinya akan meliputi Tunjangan Kinerja dan Tunjangan Kemahalan. Rumusan Tunjangan Kinerja didasarkan pada capaian kinerja masing-masing PNS .

Sementara untuk tunjangan kemahalan berdasarkan inflasi atau harga yang ada di daerah masing-masing.

Sebagai gambaran, sebelumnya PNS banyak mendapatkan tunjangan-tunjangan. Pertama adalah tunjangan kinerja alias Tukin, meskipun besarannya beda-beda tergantung kelas jabatan maupun instansi tempatnya bekerja, baik instansi pusat maupun daerah.

Kemudian yang kedua adalah tunjangan suami atau istri, lalu yang ketiga adalah tunjangan anak. Selanjutnya ada tunjangan makan dan jabatan. Lalu selain itu ada juga tunjangan perjalanan dinas.

“Sedangkan rumusan Tunjangan Kemahalan didasarkan pada Indeks Harga yang berlaku di daerah masing-masing,” jelasnya.(okz)