Solok Dikepung Banjir, Satu Jembatan Ambruk

oleh

SOLOK, Dekadepos.com

Hujan deras yang turun tiada henti di Kabupaten Solok hampir dalam satu Minggu terakhir, mengakibabkan banjir dan longsor serta galodo di beberapa nagari dan Kecamatan di daerah bumi penghasil bareh tanamo tersebut.

Diantara Kecamatan yang dilanda banjir antara lain Kecamatan Gunung Talang, Bukit Sundi, IX Koto Sungai Lasi, Kecamatan X Koto Singkarak, Lembang Jaya dan Kubung.

Meski musibah banjir tidak sampai mengakibabkan jatuhnya korban jiwa, namun ribuan rumah warga di nagari yang mengalami musibah banjir terus dibuat cemas. Diantara Nagari yang ditimpa musibah banjir pada Selasa dini hari di Kabupaten Solok antara lain,  Sungai Jernih di Kecamatan Gunung Talang yang dilanda galido, sehingga jembatan tertutup material longsor. Selain itu banjir mengepung Nagari Salayo dan Koto Baru di Kecamatan Kubung, Koto Sani di Kecamatan X Koto Singkarak, serta Koto Laweh di Kecamatan Lembang Jaya, Sumani di X Koto Singkarak dan Muaro Panas di Bukit Sundi.

Di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Batang Lembang, hingga air masuk ke permukiman warga, seperti di Badenah, Labong, Depan SMA 1 Kubung dan Saribulan. Air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 02.00 Wib, Selasa dinihari. Ketinggian air berpariasi, mulai dari 20 Cm hingga 1 Meter lebih.

Selain itu, beberapa sekolah seperti SMP 1 Kubung, SMP 1 Kubung, PAUD, SD 10 Simpang, Kubung, SD 28 Lubuk Agung, SD 20 Galanggang Tangah, SD 09 Rawang Sari, SD Negeri 05 Kapalo Koto, SMK ABW dan lainnya Sementara jorong yang paling parah dilanda banjir adalah jorong Kapalo Koto , Galanggang Tangah, Rawang Sari, Tampunik di nagari Salayo.

Sementara di nagari Koto Baru yang paling parah adalah jorong Simpang, Kayu Samuik, Pabatungan dan Lubuk Agung. Berdasarkan pantauan, sepanjang Selasa, akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Solok sejak Seminggu terakhir, membuat Batang Lembang meluapkan airnya kedaratan dan puncaknya terjadi Selasa dini hari (12/1).

Banjir yang melanda beberapa kawasan di Nagari Salayo dan Koto Baru di Kecamatan Kubung serta nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukik Sundi, Kabupaten Solok sudah surut. Di jorong Balai Pinang Muaro Paneh, air yang semula sampai setinggi pinggang orang dewasa, dklaporkan sudah menyusut sejak pukul 10.00 Wib, Senin (11/1).

Petugas dari BPBD Kabupaten Solok, Dinas Sosial, PUPR, PMI dan Damkar serta kepolisian tiba di lokasi untuk antisipasi dampak bencana.

Kadis BPBD kabupaten Solok, Armen, AP yang didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabuoaten Solok, Un Khairul warga terdampak ada musibah banjir di Nagari Muaro Paneh sekitar 500 lebih Kepala Keluarga (KK).

“Yang terparah di kawasan Koto Panjang dan jorong Balai Pinang, banyak warga yang terjebak banjir. Tetapi Alhamdulillah sampai saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa dan banjir sudah surut, ” sebut Armen AP.

Selain itu juga tampak petugas melakukan evakuasi terhadap terhadap seorang bayi dan keluarganya dari kepungan air yang menggenangi rumah. Keluarga di evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Menurut Armen, banjir dipicu hujan deras yang terjadi di kawasan Hulu Batang Lembang. “Dari informasi BMKG, daerah kita berpotensi hujan dengan intensitas tinggi hingga akhir Februari terus 2021nanti, warga diharapkan terap waspada.

Sejauh ini, warga terlihat sudah membersihkan halaman rumah dan kawasan jalan menggunakan mesin pompa air, terutama material lumpur yang menutupi permukaan jalan.

Kendati demikian, warga masih was-was lantaran hujan deras masih mengguyur kawasan setempat. Diperkirakan, hujan juga terjadi di hulu aliran Batang Lembang.

Di Nagari Salayo dan Koto Baru, menurut Armen AP, juga ratusan rumah terendam banjir.

“Ya, air mulai masuk ke pemukiman dan rumah-rumah warga pada waktu menjelang dinihari sekira pukul 02.00 Wib dan beruntung masyarakat sudah banyak yang berjaga-jaga karena Salayo memang rawan banjir,” jelas Armen. Selain Kepala BPBD, tampak pejabat yang meninjau lokasi banjir Kubung antara lain Camat Kubung, Kapolsek Kubung, Walinagari Koto Baru Afrizal K dan juga Walinagari Salayo Ronald Regen serta pejabat lainnya.

Meski musibah banjir tidak separah yang terjadi akhir Tahun 2014 dan 2017 silam yakni setinggi 1,5 Meter, dimana waktu itu banjir mengepung ratusan rumah warga, tempat ibadah berupa masjid dan Musalla, lahan persawahan dan perkantoran, namun datangnya banjir tetap membuat warga panik. Bahkan banjir awal tahun 2021 ini mengepung beberapa nagari di Kabupaten Solok.

“Musibah ini datang dari Tuhan, mungkin juga akibab ulah manusia yang sudah banyak tidak bersahabat dengan alam, seperti menggunduli hutan. Kita berharap saudara-saudara kita tetap tabah dalam menghadapi ujian ini” jelas Armen.

Selain Tim petugas BPBD tampak juga petugas dari tim gabungan seperti SAR dari Tagana Dinas Sosial, TNI, Polri, Satpol PP, PMI, dan sejumlah tim relawan. “Kita menghimbau semua warga yang tinggal dibantaran sungai, terus waspada karena hujan di daerah hulu seperti Gunung Talang dan Lembang Jaya masih terus terjadi,” jelas Armen. Sekitar jam 10.00 Selasa pagi Wib, air mulai surut dan tampak beberapa warga sibuk membersihkan rumah mereka dari lumpur.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok, Syaiful, ST, MT, mengatakan jajarannya langsung turun ke lokasi untuk mengambil data kerusakan. Berkoordinasi dengan Badan Penanggilangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Ormas dan berbagai elemen masyarakat, personel PUPR juga ikut melakukan penangan awal bencana.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok, Syaiful, ST, MT, juga turun kangsung meninjau jembatan yang ambruk oleh galodo di Nagari Limau Lunggo, Kecamatan Lembang Jaya 

“Panjang jembatan yang ambruk di Limau Lunggo yakni 8 meter dan lebar 3.5 meter dengan Kontruksi komposit.

diatas Sungai batang Kembang,” sebut Syaiful, saat meninjau lokasi jembatan 

ambruk Selasa siang, bersama Walinagari Limau Lunggo, Syahrial.

Pihaknya menjelaskan bahwa untuk penangan sementara akan d bangun jembatan darurat dan Insyaallah nanti dianggarkan di APBD 2022 dan diusulkan melalui dana DAK dengan perkiraan biaya 2 Miliar dengan konstruksi permanen.

Di nagari Kinari dan Muaro Paneh, di Kecamatan Bukit Sundi, banjir merendam areal pemukiman dan pertanian. Rumah warga, rumah ibadah dan sekolah terkena dampak cukup parah. Akses jalan dari Cupak ke Muaro Paneh dan Muaro Paneh ke Kotobaru terganggu.

Hingga berita ini diturunkan, musibah banjir baru akan mengalami surut dan warga nasih sibuk membersihkan rumah mereka.

Selain di Kabupaten Solok, kota Solok juga dikepung banjir. (Jarbat)