Tedy Sutendi Minta Proses PAW Ditunda

LIMAPULUH KOTA (dekadepos.com)

Tedy Sutendi, oknum anggota DPRD Limapuluh Kota yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara ditingkat banding oleh Pengadilan Tinggi Padang, atas kasus pembunuhan terhadap korban Erwin Saputra (38) seorang petani di Nagari Pilubang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota beberapa waktu lalu, mengajukan permohonan kepada pimpinan DPRD Kabupaten Limapuluh Kota untuk menunda proses Pergantian Antar Waktu (PAW) atas dirinya selaku anggota DPRD Limapuluh Kota.

“Dikarenakan sampai saat ini saya masih menunggu putusan kasasi dari Mahkamah Agung, dan sesuai dengan aturan perundang-undangan saya baru bisa di PAW apabila kasus saya sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap (incrach). Untuk itu, berhubung kasus saya belum mempunyai kekuatan hukum yang tetap mohon kesediaan pimpinan DPRD untuk menunda proses PAW tersebut,” pinta Tedy Sutendi.

Surat permohonan penundaan proses PAW itu, secara resmi dibacakan Sekretaris DPRD Limapuluh Kota sebagai laporan surat masuk ke DPRD dan dibacakan sebelum rapat paripurna DPRD dimulai di ruang sidang DPRD setempat, Senin (30/7).

Sebelumnya, pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura melalui surat nomor A/104/DPP-HANURA/VI/2018 sudah menyetujui pemberhentian dan Pengantian Antar Waktu terhadap Tedy Sutendi. Surat persetujuan PAW terhadap Tedy Sutendi kepada Hj. Zuhatri tersebut langsung ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Partai Hanura Dr.Oesman Sapta dan Sekretaris H.Herry Lontung Siregar.

Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Safarudin Dt. Bandaro Rajo ketika diminta komentarnya oleh awak media terkait adanya surat permohonan dari Tedy Sutendi untuk menunda proses PAW, menyatakan proses PAW tersebut akan tetap dilanjutkan.

“ Secepat mungkin, PAW tersebut tetap akan diproses dan akan diajukan ke Bupati untuk seterusnya usulan PAW tersebut akan diajukan kepada Gubernur Sumbar,” ujar Safarudin Dt. Bandaro Rajo.

Komentar yang sama juga disampaikan Sekretaris DPC Partai Hanura Limapuluh Kota, Zulhikmi Dt. Rajo Suaro. Menurutnya, proses PAW terhadap Tedy Sutendi tetap akan diproses. Pasalnya, surat persetujuan PAW itu sudah turun dari pengurus DPP Partai Hanura.

“ Surat persetujuan PAW terhadap Tedy Sutendi ini telah diberikan kepada pimpinan DPRD Limapuluh Kota untuk diproses. Dan, proses PAW terhadap Tedy Sutendi ini sudah keputusan DPP Partai Hanura, meskipun Tedy Sutendi juga berhak mengajukan permohonan penundaan proses PAW,” ungkap Zulhikmi Dt. Rajo Suaro.

Seperti diberitakan sebelumnya, vonis 10 tahun bagi terdakwa Tedy Sutendy dan 8 tahun bagi terdakwa Primtito (adik kandung terdakwa Tedy Sutendi) yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi Padang, jauh lebih tinggi dari putusan Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Pati Kabupaten Limapuluh Kota yang memvonis masing-masingnya 4 tahun penjara. (edw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *