Terduga Teroris Penembak Polisi PJR Ditangkap di Solok, Pelaku Kakak Beradik

oleh -27 views

Solok,dekadepos.com

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap dua pelaku penembakan anggota Polri yang berdinas di PJR Ditlantas Polda Jabar.

Kedua pelaku yakni RZ (21) dan RA (25), kakak beradik yang ditangkap di Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (3/9) sekitar pukul 20.00 WIB malam.

“Benar, ada penangkapan di Solok. Terkait perkembangan kasus penyerangan angggota Polisi di Tol Cipali, Cirebon pada 24 Agustus 2018 yang lalu”, kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Syamsi.

Dijelaskan kombes Pol Syamsi saat ini, keduanya sudah dibawa ke Jakarta untuk pengembangan kasus. Sementara terkait jaringan apa, hingga kini belum diketahui secara pasti.

Menurut informasi, kedua terduga teroris ini jarang menetap di Kabupaten Solok, mereka selama ini berdomisili di kota Padang, terkadang Jakarta dan Palembang.

Sebelumnya, anggota Polisi Patroli Jalan Raya Aiptu Dodon Kusgiantoro dan Aiptu Widi Harjana ditembak orang tidak dikenal di KM 224 Tol Kanci – Pejagan. Keduanya ditembak di wilayah Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, pada Jumat (24/8/2018) malam.

“Saat kejadian mereka tengah berpatroli di ruas tol itu,” ujar Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto,

Ia mengatakan, tiba-tiba keduanya melihat tiga orang yang tengah duduk di ruas tol tersebut. Kedua petugas pun langsung menghampiri tiga orang itu karena dinilai membahayakan. Namun, satu dari tiga orang itu langsung menembaki dua petugas PJR tersebut.

Bahkan, mobil patroli yang dikendarai kedua polisi itupun terkena tembakan senjata api. Kedua polisi ini juga sempat membalas tembakan ke arah tiga orang tidak dikenal tersebut. Namun, ketiga orang tidak dikenal itu langsung melarikan diri.

Pasca kejadian tersebut, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri sudah menangkap empat orang penembak dua polisi anggota Patroli Jalan Raya (PJR)

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, ada tiga tersangka yang terkait langsung dengan penembakan Polantas di ruas tol tersebut yang ditangkap.

Dua di antaranya tewas ditembak. Polisi juga menangkap empat tersangka lain yang terkait dengan kasus ini.

“Senin 3 September 2019 jam 09.30 WIB tadi pagi dilakukan penangkapan terhadap pelaku atas nama IA dan RS, namun pada saat dilaksanakan penangkapan kedua orang tersebut berusaha melawan dengan senjata api jenis revolver hasil rampasan milik anggota Polri,” ujar Setyo

Dua yang ditembak mati itu adalah RS yang diyakini anggota kelompok teroris Jamaah Anshor Daulah (JAD) Cirebon dan IA .

RS adalah menantu Ahmad Surya yang ditangkap Densus 88 di kawasan Perumahan Nasional, Jalan Tampomas D18, Cirebon pada 10 Juli 2018.

Setyo menuturkan, Densus kembali melakukan penangkapan pada Senin siang.

“Jam 11.34 WIB dan 11.59 WIB melakukan penangkapan lanjut terhadap lelaki inisial KA dan MU,” ujar Setyo.

Sementara, pada Minggu (2/9/2018), Densus 88 Polri telah menangkap S, C, dan G.

S berada di lokasi bersama IA dan RS. Sementara, C dan G diketahui tidak terlibat dalam penyerangan anggota polantas.

Namun, mereka turut membantu secara tidak langsung dengan mengetahui aktivitas para pelaku.para pelaku akan disangkakan Pasal 15 Juncto Pasal 6 dan Pasal 15 Juncto 9 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Terorisme. (Dh/Tr/Kps)

No More Posts Available.

No more pages to load.