Terkait Pembangunan Pujasera, Walinagari Dipangil Tipikor Polres Payakumbuh

oleh -1.026 views

PAYAKUMBUH,(dekadepos)– Proyek pembangunan Pusat Jajan Selera (Pujasera) yang dibangun pemerintahan Nagari memanfaatkan Anggaran Belanja dan Pendapatan Nagari (APBN) Tahun 2016 senilai Rp.136.000.000 berlokasi di objek wisata Batang Tabik, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota, berbuntut panjang ke tangan Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Payakumbuh.

Kapolres Payakumbuh, AKBP. Endrasetiawan Setyowibowo melalui Kasat Reskrim AKP. Chairul Amri Nasution membenarkan penyidik Tipikor Satreskrim Polres Payakumbuh telah memanggil Walinagari Sungai Kamuyang, Irmaizar,  terkait proyek pembangunan Pujasera tersebut.

“ Selain Walinagari, Irmaizar, penyidik Tipikor Satreskrim Polres Payakumbuh juga memanggil Sekretaris Nagari, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) serta sejumlah pihak lain yang terkait proyek pembangunan Pujasera tersebut,” ujar Kasat Reskrim AKP. Chairul Amri Nasution, Senin (2/4) disela-sela pisah sambut Kapolres Payakumbuh dari AKBP. Kuswoto kepada AKBP. Endrasetiawan Setyowibowo.

Sayangnya, AKP. Chairul Amri Nasution belum merinci lebih jauh soal pemanggilan Walinagari Sungai Kamuyang, Sekretaris Nagari dan TPK terkait proyek pembangunan Pujasera tersebut.

Sebelumnya, sejumlah pedagang yang mencari hidup di lokasi objek wisata Batang Tabik kepada awak media menyampaikan keluhannya terkait pembangunan Pujasera tersebut.

Menurut pengakuan pedagang setempat, pembangunan Pujasera yang dibangun oleh Pemerintahan Nagari itu, tidak sesuai dengan aspirasi mereka. Pasalnya, petak-petak kios yang dibangun hanya berukuran 2X2 meter dan terlalu sempit untuk meletakan barang dagangan.

Walinagari Sugai Kamuyang, Irmaizar, ketika diminta awak media komentarnya terkait pemanggilan dirinya oleh penyidik Tipikor Satreskrim Polres Payakumbuh membenarkan pemanggilan itu.

“ Benar, saya dipanggil oleh Tipikor Satreskrim Polres Payakumbuh terkait pembangunan Pujasera Batang Tabik tersebut. Mungkin ada kecurigaan masyarakat  terkait pembangunan tersebut, tapi saya tidak menuduh. Namun saya mematuhi panggilan polisi itu,” pungkas Irmaizar. (est)