Terkait PSBB, Pemkab Solok Gelar Rakor dengan Forkopimda

oleh -138 views

SOLOK, Dekadepos.com

Pemerintah Kabupaten Solok, hari Sabtu (18/4/2020),  kembali menggelar Rakor dengan unsur Forkopimda, guna  membahas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat dan Kabupaten Solok.

Acara digelar bertempat di Guest House Arosuka, dengan dihadiri oleh Bupati Solok, H. Gusmal, SE. MM, Wakil Bupati Solok, H. yulfadri Nurdin, SH, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu, Kapolres Solok, AKBP Azhar Nugroho, SH. SIK. M.Si, Kapolres Solok Kota, AKBP Ferry Suwandi, SIK, Dandim 0309/Solok, Letkol Arm Reno Triambodo, S.Sos. M.I. Pol, Kepala Kejari Solok, Donny Haryono Setiawan, SH, Asisten Koor Bid Pemerintahan, Edisar, Sh. M.Hum, Ketua PMI Kabupaten Solok, Ny. Desnadefi Gusmal, Kepala SKPD terkait di Lingkup Pemkab Solok serta unsur terkait lainnya.

Menurut Bupati Gusmal, Rakor tersebut dilaksanakan juga dalam rangka menyikapi Keputusan Menkes RI terkait pelaksanaan PSBB di wilayah Provinsi Sumbar.

Pada intinya rapat menyetujui bahwa  Pemerintah daerah Kabupaten Solok akan mendukung dan melaksanakan Keputusan Menteri Kesehatan RI untuk melaksanakan PSBB di wilayah Sumbar.

 “PSBB yang akan dilakukan saat ini merupakan payung hukum yang sah atas segala usaha pencegahan yang telah dilakukan oleh daerah selama ini. 

Untuk melaksanakan PSBB nantinya, pemerintah juga akan membentuk tim satuan yang akan melakukan check point di setiap nagari untuk mencek dan memantau para perantau yang datang / masyarakat yang berkemungkinan terpapar covid-19,” sebut H. Gusmal.

Bupati berharap untuk mengadakan himbauan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di daerah mengenai PSBB agar nantinya dapat berjalan dengan lancar.

Akan tetap memaksimalkan penerapan beberapa usaha yang telah dilakukan seperti tetap dirumah, menjaga jarak antar sesama, memakai masker jika memang perlu keluar rumah, menghindari kermaian serta cuci tangan dengan sabun.

“Untuk pelaksanaan sekolah akan tetap diliburkan hingga masa inkubasi dinyatakan selesai dan Pelaksanaan di masjid akan tetap kita tiadakan untuk sementara (pengajian/ tausiyah, shalat berjamaah, shalat jumat, shalat tarwih, safari ramadhan hingga shalat idul fitri,” terang H. Gusmal.

Sedangkan untuk kegiatan pasar hanya akan dilakukan jual beli kebutuhan pokok masyarakat (terkait sembako) sampai batas waktu jam 2 siang dengan tetap mengutamakan porotkol kesehatan dalam menghindari covid-19.

Untuk para perantau yang tetap pulang kampung akan tetap kita lakukan isolasi / karantina dan Menugaskan TNI, Polri, Pol PP, Dishub dan Unsur terkait lainnya untuk dapat melakukan pemantauan dan pengawasan masyarakat yang tidak mematuhi aturan PSBB yang diberlakukan (PSBB).(Jarbat)