Tersangka Dilimpahkan ke Unit PPA Polres Limapuluh Kota

LIMAPULUH KOTA, (dekadepos.com)

Korban dukun bejat yang telah berhasil ditangkap dan dijebloskan ke ‘kandang situmbin’ Polsek Guguk, bertambah menjadi dua orang.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya diberitakan, pria mendekati uzur berinitial A (58) warga Parak Congkak, Kelurahan Pulai Anak Air, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, dilaporkan seorang wanita (sebut saja namnya bunga,) karena telah menjadi korban kejahatan penyekapan, penganiyaan dan pencabulan oleh tersangka A.

Atas laporan korban, Kamis (20/6) anggota Satreskrim Polsek Guguak, menangkap tersangka di rumah kontrakan yang sekaligus menjadi tempat praktek perdukunannya di Jorong Bukit Apit, Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis melalui Kapolsek Guguak, Iptu M.Arvi didampingi Kanit Reskrim Aiptu Mansyurdin ketika dikonfirmasi membenarkan telah menangkap tersangka A atas kasus tindak kejahatan dan perbuatan cabul dengan kekerasan yang dilakukan tersangka kepada korban.

“Sejauh ini, sudah enam orang yang dimintai keterangan sebagai saksi. Namun sari enam orang yang dimintai keterangannya sebagai saksi itu, dua orang mengakui telah menjadi korban praktek perdukunan bejat tersangka A,” ungkap  Kapolsek Guguak, Iptu M.Arvi.

Diakui Kapolsek Guguak, Iptu M.Arvi, untuk penyidikan lebih lanjut proses hukum terhadap tersangka A sudah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Limapuluh Kota.

Raba-raba Bagian Terlarang Korban

Seperti diungkapkan, seorang wanita bernama Bunga menjadi korban pelecehan seksual dan penganiyaan oleh tersangka A saat korban pergi berobat ke rumah kontrakan terangka. Ternyata, kesempatan itu dimanfaatkan tersangka untuk mengumbar nafsu bejatnya dengan cara meraba-raba bagian terlarang korban.

Tak terima mendapat perlakukan pelecehan seksual dengan kekerasan oleh tersangka, Selasa (19/6) korban mengadu ke Polsek Guguak atas kasus pencabulan dengan kekerasan yang dialaminya.

Diakui korban, modus kejahatan yang dilakukan tersangka berusaha membalurkan air yang sudah dibaca mantera-mantera ke seluruh tubuh korban dan meraba-raba bagian terlarang korban.

Tak hanya itu, malah dukun cabul yang memiliki ilmu hitam yang bisa membuat orang kesurupan itu sempat menyekap korban selama 4 hari di rumah kontrakannya atau tempat praktek perdukunannya di Jorong Bukit Apit, Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak.

Selama korban disekap, dukun bejat itu berusaha melakukan tindak kejahatan penganiyaan dengan cara mengikat, memukul dan menyundup tubuh korban dengan api rokok, karena korban menolak diajak melakukan hubungan badan. Tak hanya itu, malah korban juga disuruh meminum air ramuan yang sudah dicampuri air kencing tersangka.

Selama 4 hari dalam penyekapan dan mendapat serangkaian tindak kekerasan, korban berhasil melarikan diri atau kabur dari rumah kontrakan atau tempat praktek perdukuan tersangka A dan kemuian melapor tindakan kejahatan itu kepada Polsek Guguak.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis melalui Kapolsek Guguak, Iptu M.Arvi didampingi Kanit Reskrim Aiptu Mansyurdin membenarkan telah menangkap tersangka A atas kasus tindak kejahatan dan perbuatan cabul dengan kekerasan yang dilakukan tersangka kepada korban.

Selain tersangka A anggota Satreskrim Polsek Guguak berhasil menyita barang bukti (BB) 2 buah tasbih,  2 buah berbentuk jimat, 3 buah pisau kecil dan 1 buah pisau besar, 3 buah keris, piring loyang dari almunium yang diduga dijadikan tersangka sebagai media atau alat perdukunannya.

“Atas tindak kejahatan yang dilakukan tersangka A, dukun cabul bejat itu terancam hukuman berat 9 tahun penjara,” pungkas Kapolsek Guguak, Iptu M.Arvi. (edw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *