Terulang Lagi, Perkara Di Payakumbuh Ditarik Ke Kejati SUMBAR

oleh -15,532 views

Payakumbuh, Dekadepos.com

Terjadi untuk kedua kalinya di Payakumbuh, perkara yang tengah ditangani oleh Tim Kejaksaan Negeri Payakumbuh penyidikannya ditarik ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat di Padang. Sebelumnya kasus incenerator (Pembakar Sampah Medis.red) yang sempat memuat heboh dengan pengembalian uang mencapai 1 M lebih oleh Rekanan Pelaksana Proyek kepada Pemerintah Kota Payakumbuh, pengembalian uang itu dilakukan di salah satu Bank di Pusat Kota Payakumbuh.

Anehnya, hingga saat ini Incenerator tersebut masih berada di belakang MTSN Koto Nan Gadang di Kelurahan Ompang Tanah Sirah (OTS) Kecamatan Payakumbuh Utara meskipun proses pengembalian itu menjadi sorotan DPRD Payakumbuh.

Kini ditengah “asyik-asyiknya” Korp Adhyaksa Payakumbuh yang dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Suwarsono, SH menangani perkara dugaan Korupsi Alat Pelindung Diri (APD) yang melibatkan 4 orang oknum ASN dan 2 orang pihak swasta sebagai tersangka baru, tiba-tiba perkara itu ditarik/diambil alih Kejaksaan Tinggi Padang. Hal tersebut tentu membuat kaget banyak pihak, apalagi sebelumnya Walikota Payakumbuh Riza Falepi juga pernah dihadirkan sebagai saksi di PN Tipikor Padang bersama Direktur Air Minum Tirta Sago, Khairul Ikhwan.

Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Suwarsono, SH saat dikonfirmasi pada Senin 20 Juni 2022 sekitar pukul 22.00 Wib membenarkan bahwa perkara yang melibatkan 4 orang oknum ASN dan 2 orang pihak swasta itu ditarik Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat.

” Ya,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Suwarsono tidak merinci lebih jauh kapan berkas perkara itu ditarik oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat.

Sementara Setia, Budi, SH Penasehat Hukum keenam tersangka yang pernah mengajukan permohonan penangguhan penahanan kliennya ke Kejaksaan Negeri Payakumbuh membenarkan bahwa berkas perkara tersebut ditarik ke Kejati Sumbar.

” Kasus APD ini ditarik oleh Kajati ke Padang” ucap Pengacara spesialis kasus Pidana itu singkat.

Sebelumnya diberitakan, selain Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh berinisial BKZ yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan Korupsi APD itu, pihak Kejaksaan Negeri Payakumbuh juga menetapkan 6 tersangka lainnya, mereka LL, VL, dr. Y, BM, FS serta KTN. (Edw).

No More Posts Available.

No more pages to load.