Tiap Hari Ngaku Nyabu, Saat Antar Pesanan, RAN Kena Tangkap  

oleh -834 views

Payakumbuh, Dekadepos.com

Mengaku “ Tak Kuat” lagi untuk untuk membeli Narkoba Jenis Sabu-sabu menjadi alasan seorang Pemakai Narkoba jenis sabu-sabu berinisal RAN (44) untuk banting stir menjadi pengedar Narkoba berbentuk serbuk putih itu. Pengakuan tersebut diungkapkan bapak lima orang anak warga Kelurahan Tanjung Gadang Kecamatan Payakumbuh Barat Setelah dibekuk Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Payakumbuh yang dipimpin langsung Kanit I Narkoba, Aiptu. Ardiyanto pada Jumat 9 Maret 2018 di Sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau Pom Bensin di daerah Koto Nan IV.

Penangkapan terhadap tersangka yang telah menjadi incaran itu dilakukan setelah Polisi mendapatkan informasi bahwa tersangka akan melakukan transaksi dengan seorang Pasiennya (Pembeli Narkoba.red) di Kawasan SPBU di Koto Nan IV. Dari informasi tersebut juga disebutkan ciri-ciri tersangka dan kendaraan yang digunakan. Karena tidak menduga akan ditangkap, apalagi saat itu puluhan kendaraan tengah antri menunggu pengisian BBM, sehingga tersangka yang telah puluhan tahun mengkonsumsi Narkoba itu tida sedikitpun menaruh curiga. Sekitar pukul 00.30 tersangka datang ke SPBU, tak berselama lama, bukannya calon pembelinnya yang datang, RAN justru dibekuk oleh anggota Opsnal Satresnarkoba. Selain itu, saat penangkapan terhadap tersangka yang mengaku pernah bekerja sebagai pedagang Kaset/VCD di Pusat Pasar Kota Payakumbuh itu juga tampak Kapolsekta Payakumbuh, Kompol. Russirwan.

Disaksikan perangkat Kelurahan setempat, penggeledahan terhadap RAN dilakukan, barang bukti Narkoba jenis sabu-sabu yang masih berbentuk batu Kristal itu dan puluhan plastik pembungkus dengan mudah diamankan, karena dari semula ia mengakui menyimpan Narkoba jenis sabu-sabu di saku celana. Selain itu polisi juga melakukan penggeledahan di Mobil yang ia kendarai, namun tidak ditemukan Narkoba lainnya. Kepada Polisi, tersangka juga menyebutkan masih menyimpan alat hisap, plastik serta Narkoba lainnya dirumahnya yang tak jauh dari lapangan sepakbola Tanjung Gadang.

“ Tersangka RAN kita bekuk berkat informasi dari warga yang menyebutkan bahwa ia akan melakukan transaksi dengan salah seorang pembeli. Dari informasi itu kita menyebar anggota untuk melakukan penangkapan. Tak berselang lama setelah anggota kita berada dilokasi tempat transaksi, tersangka datang, sehingga ia langsung kita amankan tanpa perlawanan.”. Sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Kuswoto melalui Kabag Ops Polres Payakumbuh, Kompol. Basrial didampingi Kasatrenarkoba, AKP. E. Piliang dan KBO Satrenarkoba, Ipda. Suhendra, Kanit I, Aiptu. Ardiyanto serta Kasubag Humas, Iptu. Hendri Has, Paur Humas, Aiptu. Hendri Ahadi, Jumat sore 9 Maret 2018.

Kompol. Basrial juga menambahkan, dari pengakuan tersangka itu Polisi melakukan pengembangan kerumahnya. Saat berada dirumah tersangka yang juga mengaku bisa melakukan reparasi Elektronik itu, Polisi mengamankan seorang pria berinisial RK (38) yang mengaku sebagai kerabat dari Istri RAN.

Dari penggeledahan yang dilakukan dirumah/dikediaman tersangka RAN, Polisi kembali mengamankan 1 paket Narkoba jenis sabu-sabu yang diselipkan di Sofa yang terletak diteras rumah. Tak sampai disana, Polisi yang melakukan penggeledahan di sebuah Pondok kecil yang tak jauh dari rumah tersangka, kembali menemukan alat hisap, timbangan serta plastik yang diduga sebagai pembungkus Narkoba jenis sabu-sabu.

Kepada Polisi, tersangka RAN menyebutkan mendapatkan barang haram itu dari seorang perempuan di Daerah Bonjol Pasaman, namun sayang wanita yang disebutnya dengan panggilan Kakak itu juga telah dibekuk oleh Polisi didaerah Pekanbaru. “ Semula saya hanya sebagai pemakai sabu-sabu pak, namun karena Tak Kuat Lagiuntuk membeli, saya coba-coba untuk mengedarkannya, namun saya malah tertangkap, ini mungkin sudah takdir atau peringatan bagi saya agar berhenti untuk mengkonsumsi barang haram tersebut. Barang haram itu saya jemput kepada kakak bersama seorang kawan saya di Bukittinggi, namun saya tidak pernah bertemu dengan Kakak, yang mengambil barang itu adalah kawan saya tersebut  ”. Sebut RAN kepada Polisi.

Usai dibekuk, kedua pria tersebut digiring ke Mapolres Payakumbuh Kawasan Labuah Basilang Kecamatan Payakumbuh Barat. Setelah diperiksa, RK dipersilahkan pulang karena tidak terkait dengan bisnis haram yang dijalankan oleh RAN. (Est)