Tiga Hari Disegel, SD Negeri 05 Taram Kembali Dibuka

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Tiga hari disegel, SD Negeri 05 Taram di Jorong Sipatai Nagari Taram Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota kembali dibuka oleh warga dari Suku Piliang Dt. Tumangguang Nan Gomok yang mengaku sebagai pemilik lahan yang diatasnya berdiri Sekolah Dasar (SD) Negeri 05 Taram itu.

Bacaan Lainnya

Pembukaan segel atau rantai yang dipasang di pagar masuk pintu sekolah itu dilakukan akhir pekan lalu, sehingga puluhan murid SD bisa kembali belajar seperti biasanya dan mengikuti ujian pada awal pekan ini. Hal tersebut diungkapkan Guru SD Negeri 05 Taram disela-sela pelaksanaan ujian.

” Iya, Alhamdulillah setelah tiga hari pasca disegelnya sekolah, kami bisa kembali melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) dan ujian. Segel/rantai sekolah dibuka Jumat lalu oleh pemilik tanah,” ucap Guru SD Negeri 05 Taram, Muhammad Ira, Kamis siang 7 Desember 2023.

Ia juga menambahkan, saat sekolah dengan jumlah murid mencapai puluhan orang itu disegel, proses belajar mengajar dilakukan di Mesjid Gantiang, namun karena kondisi Mesjid dalam pembangunan/rehab maka PBM dialihkan Musholla yang tidak jauh dari sekolah.

” Semula kita lakukan pembelajaran di Mesjid Gantiang, namun karena kondisi Mesjid dalam pembangunan/rehab maka PBM dialihkan Musholla yang tidak jauh dari sekolah. Alhamdulillah sekarang kita kembali belajar di sekolah,” tambahnya.

Guru itu juga berharap kejadian penyegelan yang pertama kali terjadi di SD Negeri 05 Taram itu tidak lagi terjadi kedepannya. Sehingga PBM bisa berjalan dengan baik.

KAN TARAM SESALKAN PERNYATAAN

Sementara Ketua KAN Taram, Syafil Dt. Rajo Nan Batuah memberikan klarifikasi terkait pernyataan Yolanda Menek Dt. Tumangguang Nan Gomok dari suku Piliang yang yang menyebutkan bahwa KAN Taram tidak memperlakukan kaumnya layaknya kaum lainnya di Nagari tersebut, mereka terkesan dibuang sepanjang adat tanpa diberitahu pelanggaran apa yang telah dilakukan.

” Atas nama KAN Taram dan juga didampingi beberapa pengurus. Apa yang beredar dan menyudutkan KAN Taram tidaklah benar. Kenapa, karena membuang sepanjang adat akan kaum Dt. Tumangguang Nan Gomok adalah seluruh Niniak Mamak Suku Piliang,” ucapnya.

Lebih jauh Dt. Rajo Nan Batuah menjelaskan bahwa secara bajanjang naik batanggo turun, suku Piliang sampai saat ini tidak pernah melimpahkan atau menyerahkan persoalan yang tumbuh didalam suku Piliang kepada Kerapatan Adat Nagari (KAN) Taram.

” Secara bajanjang naik batanggo turun, suku Piliang sampai saat ini tidak pernah melimpahkan atau menyerahkan persoalan yang tumbuh didalam suku Piliang kepada Kerapatan Adat Nagari (KAN) Taram. Namun, sejatinya sepenuhnya persoalan yang tumbuh didalam suku Piliang adalah kewenangan niniak mamak suku Piliang, KAN Taram tidak bisa intervensi suku Piliang,” tegasnya.

Menindaklanjuti pernyataan Yolanda Menek Dt. Tumangguang Nan Gomok dari suku Piliang yang menyebutkan KAN membuang mereka sepanjang Adat, KAN Nagari Taram telah menggelar Rapat resmi dengan seluruh pengurus yang melahirkan maklumat Kerapatan Adat Nagari (KAN) Taram Nomor 85/Maklumat-KAN.TRM/XI/2023 diantaranya dapat melaksanakan Gobuk Bajontiak, Kumua Basosah, maka kaum Longgo Rambutan Kampuang Pucuak Suku Piliang Godang Nagari Taram, terlebih dahulu harus melaksanakan syarat yang telah ditetapkan oleh suku Piliang Godang.

Selain itu, Walinagari Taram Nanang Anwar berharap kedepannya jika terjadi permasalahan di Nagari, baik masalah adat ataupun masalah lainnya, masyarakat untuk tidak lagi melakukan hal-hal yang merugikan kepentingan bersama.

” Kita berharap kedepannya jika terjadi permasalahan di Nagari, baik masalah adat ataupun masalah lainnya, masyarakat untuk tidak lagi melakukan hal-hal yang merugikan kepentingan bersama. Setiap masalah bisa diselesaikan secara profesional sesuai konteks.” Ucapnya. (Edw).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *