Tinjau Proyek Monas PDRI,Anggota DPRD Sumbar Desak 5 Kementrian Lanjutkan Pembangunan

oleh -294 views

Memang sesuai kontrak proyek dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Direktorat Pelestarian Budaya dan Permuseuman senilai Rp 32 Miliar yang dikerjakan PT. Karya Shinta Manarito dan Konsultan Pengawas PT. Delta Arsitektur, berlangsung selama 114 hari kalender terhitung 9 September 2019-Desember 2019. Kemudian ada adendum selama 90 hari terhitung 1 Januari 2020 dan akan berakhir pada 31 Maret 2020.

Anggota DPRD Sumbar, Safarudin Dt. Bandaro Rajo

Safarudin Dt. Bandaro Rajo, setelah meninjau pengerjaan proyek senilai 32 milliar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, kepada wartawan mengaku, mengapresiasi upaya dan kerja keras Pemerintah Propinsi yang telah mendorong untuk kelanjutan pembangunan Monas PDRI di Koto Tinggi setelah sempat terhenti selama 4 tahun. Meski demikian, dirinya berjanji akan terus mendesak Kementerian terkait melalui pemerintah propinsi untuk menyelesaikan pengerjaan sesuai tupoksi kementerian terkait.

“Kita apresiasi pemerintah propinsi. Dan kita juga akan terus mendorong pemerintah propinsi Sumatera Barat untuk getol menyampaikan kepada Pemerintah Pusat terkait progres pembangunan Monas PDRI di Koto Tinggi ini. Sehingga, masing-masing kementerian yang terlibat sesuai dengan SKB yang sudah disepakati, sudah saatnya melakukan pekerjaan diranah masing-masing seperti jalan menuju Monas PDRI masih kecil, sisi kiri kanan jalan kurang terawat sehingga dipenuhi semak, dan banyak yang rusak,” sebutnya.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota ini, menyebut bahwa kedua gedung yang sudah hampir finis dibangun tampak sangat megah dan mewah dengan aset mahal, sehingga menurut Ketua DPD Golkar Kabupaten Limapuluh Kota itu, perlu perhatian dari Pemerintah Propinsi Sumatera Barat untuk menjaga dan memelihara agar tidak rusak.

“Ini asetnya mahal dan bagus, jadi perlu dipelihara dengan baik. Apalagi kita melihat belum ada pagar, jadi harus ada yang ditempatkan disini,” pintanya.

Terkait penjagaan set dan pemeliharaan bangunan gedung museum dan auditorium Monas PDRI, disampaikan Kesbangpol Kabupaten Limapuluh Kota, Suhardi, dimana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota, sudah menempatkan tiga orang tenaga harian lepas (THL) untuk bertugas di Monas PDRI. “Sudah ada tiga orang THL dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota disini,” sebutnya.

Plt Walinagari Koto Tinggi, Arman. S.Pd pada kesempatan itu menyampaikan harapan kepada Pemerintah Propinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Pusat terutama kementerian terkait untuk tidak setengah-setengah dalam melakukan progres pembangunan kawasan Monas PDRI di Koto Tinggi. Dirinya khawatir jika, setengah-setengah, dikhawatirkan gedung yang bernilai puluhan milliar ini akan menjadi rumah hantu.

“Kita mendorong supaya pelaksanaan pembangunan Monas PDRI ini jangan setengah-setengah, sebab kalau terhenti, bisa jadi rumah hantu. Dan kami sudah berikan tanah ulayat ini seluas puluhan hektare, dan kami masyarakat sangat berharap pengerjaan pelaksanaan mega proyek Monas PDRI ini selesai sesuai rencana semula,” harapnya.

Untuk diketahui pembangunan menumen PDRI ini sudah dumulai sejak tahun 2012 silam, atas kesepakatan melalui surat keputusan bersama (SKB) 5 menteri diantaranya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pertahanan, Menteri Sosial, Menteria Pekerjaan Umum, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pariwisata, dan telah menelan anggaran dari uang Negara senilai 43 milar.