Tragedi Taram Berdarah, Satreskrim Polres 50 Kota Kembali Bekuk Buronan

oleh -9.489 views

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Masih ingat dengan peristiwa Taram Berdarah atau kejadian penganiayaan yang menyebabkan meningalnya seorang remaja berinisial N di Jorong Gantiang Nagari Taram Kabupaten Limapuluh Kota saat digelarnya hiburan orgen tunggal yang diduga disertai minuman keras jenis tuak. Dari kejadian yang terjadi 18 Desember 2016 sekitar 23.30 Wib itu, selain korban N meninggal dunia, beberapa orang lainnya juga mengalami luka-luka karena dianiaya oleh beberapa orang tersangka.

Saat itu usai kejadian, Polisi yang bergerak cepat mengungkap peristiwa berdarah tersebut berhasil meringkus dua orang tersangka (1 orang saat ini telah bebas dan 1 masih menjalani hukuman.red) dan beberapa orang lainnya masih Diburu / masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Tahun demi tahun terus berlalu, rupanya aparat kepolisian Polres Limapuluh dibawah pimpinan Kapolres AKBP. Haris Hadis diam-diam masih berupaya membekuk para DPO dalam peristiwa itu, buktinya satu orang DPO berinisial MA (25) warga Tanjuang Ateh Nagari Taram berhasil dibekuk Tim Opsnal Satreskrim Polres Limapuluh Kota yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther dan Kanit Reskrim, Bripka. Bainur saat ia hendak pulang ke kampung halamannya.

Tersangka MA dibekuk Sabtu 26 Januari 2019 sekitar pukul 19.30 Wib di sebuah warung di Kawasan Pakan Salasa Kelurahan Sicincin Kota Payakumbuh. Karena tidak melakukan perlawanan, tersangka dengan mudah diamankan, ia selanjutnya digiring ke Mapolres Limapuluh Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Haris Hadis melalui Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther didampingi Humas Polres Limapuluh Kota, AKP. Yuhelman dan Kanit Reskrim, Bripka. Bainur membenarkan penangkapan terhadap pelaku penganiayaan secara bersama-sama yang telah mengakibatkan korban meninggal dunia. Pengkapan terhadap tersangka MA merupakan tersangka ketiga dalam kasus itu.

” Iya, setelah Buron selama 2 tahun akhirnya kita kembali membekuk satu tersangka lagi yang menyebabkan korban N meninggal pada tahun 2016 lalu. Peristiwa tersebut terjadi saat adanya hiburan orgen tunggal yang disertai adanya pesta miras. Diduga terjadi cekcok antara para korban (1 meninggal dan 4 luka-luka.red) dengan para tersangka.” sebut Kapolres.

Kapolres Limapuluh Kota yang juga putra Pesisir Selatan itu juga mengatakan tersangka MA dibekuk dengan dasar DPO / 03 / I / 2017 / resk. Tgl 5 jan 2017.

Hingga kini, tiga tersangka lainnya yang masuk dalam daftar DPO masih terus diburu untuk memepertanggungjawabkan perbuatan mereka. (Edw)