Unan, Manusia ‘Kaki Besi’, Akhirnya Dioperasi

oleh -1.036 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com

Unan (56 tahun) warga Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, nyaris putus asa setelah kaki kanannya diberi penyangga besi akibat kasus kecelakaan lalulintas yang dialaminya 3 tahun lalu. 

Namun, kini petani miskin itu sudah boleh berlega hati. Pasalnya, Rabu pagi (10/6/2020) dia telah berhasil menjalani operasi di RSUD Adnan WD Payakumbuh, untuk menanggalkan pen besi yang menempel di bagian luar kaki kanannya yang selama ini deritanya.

Baca Juga: Unan, Manusia Kaki Besi Diselamatkan Wabup Ferizal Ridwan

Adalah Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan yang menjadi ‘pahlawan’ atau penyelamatkan bagi Pak Unan. Mestinya, sejak 18 bulan lalu, pen besi yang dipasang di kaki Pak Unan sudah harus dilepaskan. Namun, karena tak punya biaya, akhirnya pria beranjak tua itu hanya bisa pasrah dan membiarkan besi penyangga itu terus menempel di kaki kanannya.

Pertegahan bulan Ramadhan lalu, orang nomor dua di Kabupaten Limapuluh Kota ini mendapat informasi bahwa, ada seorang warga di Nagari Sialang harus pasrah dengan derita nasib yang dialaminya.

Tak pikir panjang, satu hari setelah mendapat informasi tersebut, Wabup Ferizal Ridwan, datang ke Nagari Sialang menjambangi pria itu. 

Di Nagari ‘petro dollar’ itu, Wabup Ferizal Ridwan tak hanya menjambangi Pak Unan yang dijuluki manusia ‘kaki besi’ itu.

Namun, Wabup Ferizal Ridwan yang akrap disapa Buya Feri, juga menjambangi dan memberikan bantuan sembako untuk sejumlah warga miskin dan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ada di nagari tersebut.

“Rabu pagi (10/6/2020) pukul 8.20 Wib, Pak Unan, sudah selesai menjalani operasi untuk menanggalkan pen besi yang menempel di bagian luar kaki kanannya,” ungkap Wabup Ferizal Ridwan yang memantau langsung jalannya operasi di RSUD dr.Adnan WD Payakumbuh.

Menurut Buya Feri, sesuai dengan penjelasan keluarga Pak Unan, pria itu mengalami patah kaki karena kasus kecelakaan lalulintas yang terjadi 3 tahun lalu. 

Dalam kondisi patah tulang, dia terpaksa pakai pen besi ditancapkan di bagian luar kaki kanannya. Seharusnya, besi pen itu sudah diangkat atau dan dibuang sejak 18 bulan yang lalu. Namun, karena kondisi ekonomi dan ketidakmampuan keluarganya, maka besi penyangga itu terpaksa dibiarkan bertahun-tahun menempel di bagian luar kaki kanannya.

“ Alhamdulilan,  janji kami kepada Pak Unan pada tanggal 15 Mai 2020 lalu untuk membantunya menjalani operasi, bisa terwujud. Ini adalah kerja iklas para relawan, teman,  sahabat. serta keluarga besar Obuk Oca yang menyalurkan sedekah dan zakatnya untuk biaya operas itu,” ungkap Buya Feri.

Diakui Buya Feri, tim medis RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh pagi Rabu (10/6/2020) ini, sudah selesai melakukan operasi pengangkatan pen tersebut. Dan, Pak Unan telah bisa istirahat menunggu pemulihan. 

“ Insya Allah, dua atau tiga hari lagi kami antarkan beliau ke kampung halamannya di Nagai Sialang. Kepada semua pihak, yang telah ikut peduli dan beratensi terhadap nasib Pak Unan kami ucapkan terima kasih. Semoga kebaikan yang telah diberikan mendapat imbalan setimpal oleg Allah SWT.” pungkas Buya Feri (ds)