Ungkap 8 Kasus Narkoba, BNNK Payakumbuh Amankan Puluhan Tersangka

oleh -420 views

Payakumbuh, Dekadepos.com

Sepanjang tahun 2021, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Payakumbuh berhasilĀ  mengamankan puluhan tersangka peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba jenis ganja kering dan sabu di lima wilayah kerjanya yang meliputi Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam dan Tanah Datar.

Selain puluhan Tersangka, BNNK juga mengamankan Barang Bukti (BB) yang terbilang banyak, yakni 30.996.64 gram (30 Kilogram) ganja kering, 5,9 gram Sabu. Tidak itu saja, untuk antisipasi penyalahgunaan Narkoba BNNK juga melakukan razia HALINAR (Handphone, Pungutan Liar dan Narkoba) di Lapas Kelas II B Payakumbuh dan LPKA Tanjung Pati.

Selain melakukan pengungkapan dan pencegahan penyebaran dan penyalahgunaan Narkoba, BNNK selama tahun 2021 juga melakukan deklarasi/pencanangan puluhan Kelurahan yang berkomitmen untuk mendukung upaya bersih dari Narkoba (Kelurahan BERSINAR/Bersih dari Narkoba), serta pembentukan remaja sebagai Duta Anti Narkoba.

” Iya, selama tahun 2021 kita berhasil mengungkap 8 Kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba, baik jenis sabu maupun ganja kering. Untuk BB terbilang banyak yakni 30 Kilogram ganja dan 5,9 gram sabu-sabu,” ucap Kepala BNNK, M. Febrian Jufril, didampingi Refky, Subkoordinator Pemberantasan, Gerry, Subkoordinator Rehabilitasi, Indra Yulita, Subkoordinator P2M serta Deny, Penyuluh P2M, Selasa 28 Desember 2021 di Kantor BNNK Kawasan Bukik Sikumpa Kecamatan Payakumbuh Selatan saat Press Release Tahun 2021.

Pengungkapan Kasus pada bulan Oktober bersama BNN Provinsi Sumbar itu merupakan kasus menonjol yang berhasil diungkap. Puluhan BB Ganja itu dibawa oleh para tersangka yang merupakan warga Sumbar itu dari Mandailing Natal-Sumatera Utara. Lokasi penangkapan di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

Sementara pada tahun sebelumnya, BNNK hanya berhasil mengungkap 3 kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba.

Putra Mantan Kapolres Bukitinggi, AKBP. Jufril tu juga menambahkan, di bidang Pemberdayaan Masyarakat pihaknya juga membentuk ratusan orang penggiat anti Narkoba yang nantinya menjadi Kader dalam mensosialisasikan bahaya Narkoba dilingkungan nya.

Selain menindak pelaku penyalahgunaan Narkoba, BNNK juga memberi ruang bagi korban penyalahgunaan untuk kembali sehat dan sembuh. Sejak Januari hingga Desember 43 orang “pasien” (pemakai Narkoba.red) mengikuti Rehabilitasi Jalan di Klinik Pratama BNNK Payakumbuh.

” Kita tidak saja melakukan penindakan bagi para pelaku penyalahgunaan/peredaran gelap Narkoba, namun juga kita lakukan pencegahan dengan melakukan sosialisasi, pembentukan kader, kelurahan BERSINAR serta melakukan Rehabilitasi jalan bagi mereka yang bertobat dan ingin lepas dari jerat Narkoba,” ucapnya.

2021 tercatat sebanyak 5 orang klien yang di fasilitasi oleh Agen Pemulihan untuk mendapatkan layanan rehabilitasi. Selain itu BNNK Payakumbuh juga rutin melakukan Tes Urine di berbagai lembaga/OPD yang ada. Tahun 2021 dilakukan Tes Urine bagi ratusan orang.

Melalui berbagai upaya yang telah, sedang, dan akan dilakukan tersebut, BNN Kota Payakumbuh berharap dapat membebaskan Indonesia pada umumnya, dan Kota Payakumbuh khususnya dari kondisi darurat Narkoba dengan menciptakan generasi sehat, generasi yang bebas dari Narkoba. Mengatasi peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkotika adalah tanggung jawab bersama, oleh karena itu harus menjadi musuh bersama. Aparat pemerintah harus bersinergi, menyatukan kekuatan untuk menghadapi kejahatan ini untuk mewujudkan Payakumbuh Bersinar (Bersih Narkoba).

BNN Kota Payakumbuh memberikan apresiasi dan terima kasih kepada aparat terkait dan juga insan media yang selama ini telah bekerjasama secara efektif sehingga berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkotika, termasuk dalam hal melakukan pencegahan dan rehabilitasi. Selain itu, disampaikan juga terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi secara aktif dalam tugas-tugas BNN Kota Payakumbuh. (Edw).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.