Upaya Wabup 50 Kota Memanusiakan Manusia

oleh -873 views

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Setelah mendapat Informasi adanya seorang warga yang hidup dalam pasungan, dengan cara dirantai dalam sebuah bilik berukuran 2×2 M disebuah Jorong di Nagari Mungka Kecamatan Mungka Kabupaten Limapuluh Kota, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan bersama Ketua DPRD, tersentuh langsung untuk mendatangirumah warga bernama Adi Putra (33) itu.

Berjarak sekitar 3 KM dari Kantor Walinagari Talang Maua, Wabup dan rombongan didampingi aparat Nagari dan Jorong setempat mendatangi tempat Adi dipasung dengan sebuah rantai yang diikatkan ke pintu. Selain kedua tangan, rantai besi itu juga diikatkan ketubuh pria yang pernah berumah tangga itu.

Bukan tanpa alasan, Adi yang mempunyai seorang anak itu dipasung karena warga takut Adi mengamuk dan melukai. Selain itu, warga takut jika dilepas, Adi akan meresahkan. Menggunakan kendaaran roda dua dari kantor Walinagari Talang Maua, Wabup dan rombongan menyusuri jalan setapak.

” Setelah mendapati nformasi adanya warga yang hidup dalam pasungan dengan cara dirantai, kami bersama pak ketua DPRD berkeinginan untuk melihat dari dekat. Mudah-mudah setelah ini langkah nyata bisa kita lakukan untuk memanusiakan warga kita ini.” Sebut Ferizal Ridwan, Jumat 3 April 2020.

Wakil Bupati yang akrab disapa Buya itu juga menambahkan, dalam waktu dekat langkah yang akan kita lakukam adalah untuk memberikan bantuan agar Adi dapat memenuhi kebutuhan hidup. Nanti, setelah ancaman Corona atau Covid-19 berlalu, kita akan lakukan penanganan.

” Karena sekarang persoalan Corona tengah mewabah di Negeri kita, kita fokus dahulu. Nanti kita akan tindaklanjuti persoalan yang dialami Adi ini.” Ujar Wabup.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra menyebutkan persoalan yang dihadapi Adi membutuhkan kepedulian kita semua, terutama orang-orang terdekatnya, termasuk Pemerintah Daerah. Kita berharap Pemerintah Daerah segera membantu menyelesaikan persoalan pemasungan warga. Selain itu, kita juga akan memberikan bantuan agar Adi bisa memenuhi kebutuhan hidup.

” Harus ada yg pendekatan yang dilakukan kelaurga dan Pemerintah. Termasuk untuk memeriksa kesehatan secara berkala terhadap warga yang mengalami gangguan kejiwaan seperti ini. Termasuk adanya yang melakukan pengawasan langsung saat warga seperti ini dilepas.” Sebut Politisi Gerindra itu.

Deni juga berharap agar Pemerintah Daerah lebih peka terhadap persoalan-persoalan sepeti ini.

Setelah melihat kondisi Adi, rombongan kedua pemimpin muda masa depan itu, mampir ke sebuah rumah di Jorong Kampuang Tongah di Nagari yang sama. Di Nagari penghasil telur terbesar itu, Wabup dan Ketua DPRD menjambangi seorang laki-laki bernama Anto (55) yang telah lama terkapar disebuah bilik berukuran 1×2 M yang dibangun kelaurga dibelakang rumah.

Pria yang pernah dirantai disebuah kerangkeng karena mengalami gangguan jiwa itu, menarik rasa kemanusiaan rombongan Wabup yang datang.

” Sebagai daerah yang mencanangkan bebas pasung, kita akan berusaha menyelesaikan persoalan seperti ini.”

Kasus warga yang mengalami gangguan jiwa dan terpaksa harus hidup dalam pasungan tidak saja dialami oleh Adi, namun masih banyak terdapat di sejumlah Kecamatan Lainnya di Kabupaten Limapuluh Kota. (Edw).