Ustadz Arrazi: Tanah Datar Punya Ulama Besar yang Perjalanan dan Ilmunya Harus Dipelajari

oleh

Batusangkar, dekadepos.com

Seharusnya lah kita bermohon agar menjadi hamba-hamba beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, sehingga Tanah Datar menjadi daerah yang diberkahi Allah SWT.Itu tertulis dapam ayat Alquran surat Al-A’raf ayat 96.

Demikian dijelaskan wabup Tanah Datar Richi Aprian, Senin (29/3) dihadapan jemaah mesjid dalam tabligh akbar Subuh Mubarakah di Masjid Hurriyah Malana Batusangkar.

Wabu Richi merasa gembira melihat jamaah subuh ramai dari lintas generasi, dan mudah-mudahan aktivitas ini terus berlanjut ,tidak hanya saat tabligh akbar saja tetapi juga setiap waktu hendaknya.

Diguraikan RICHI, akibat pandemi Covid  pembangunan Tanah Datar periode covid  dimulai dari pertumbuhan ekonomi minus 1,13 persen, sehingga tantangan ke depan semakin berat,maka kita bekerja keras dengan dukungan seluruh masyarakat serta mengharapkan ridha Allah SWT untuk Tanah Datar yang lebih baik ke depan.

Ketua Pengurus Masjid Hurriyah Syamsul Bahri menyebutkan, tabligh akbar yang diadakan dalam menyambut bulan suci  Ramadhan 1442 H.Tablikh akbar dilaksanakan merupakan  dukungan pemerintah daerah menggalakkan gerakan Subuh Berjamaah, tambah Syamsul Bahri.

Sedangkan , Ustadz Arrazi Hasyim dalam cerama nya meminta umat Islam agar mengaplikasikan ajaran agama dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Aqidah ahlussunnah, berfikih dengan benar dan berzikir yang bersanat kepada Rasulullah SAW harus kita bangkitkan kembali, tekan dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Institut Ilmu Alquran Jakarta tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Arrazi menjelaskan Tanah Datar punya ulama besar yang harus dipelajari dan dikaji sejarahnya, yaitu, Ulama Maulana Syekh Ismail Alkhalidi Alminangkabawi asal Simabur,dan  Syekh Abdurrahman Alkhalidi asal Kumango. Kedua ulama besar ini menimba ilmu di Makkah dan Madinah serta memiliki banyak murid yang juga menjadi ulama besar tersebar di seantero Indonesia. 

Untuk itu, Ustadz Arrazi meminta agar perjalanan hidup ulama, ilmu-ilmu yang ditinggalkan harus dipelajari, sehingga orang Tanah Datar  tahu eksistensi ulama Luhak Nan Tuo itu.

Tablikh akbar itu dihadiri Camat Lima Kaum Hendra Setyawan, Walinagari Baringin Irman Idrus, pengurus mesjid Hurriyah, dan para jemaah mesjid Hurriyah.(hatiar)