Virus Corona Lumpuhkan Pedagang Kecil di Kabupaten Solok

SOLOK, dekadepos.com

Penyebaran virus corona atau Covid-19 di dunia dan Indonesia terus meluas. Saat ini, setidaknya sudah lebih dari 300 kasus positif di Tanah Air dengan delapan orang sembuh dan lima orang meninggal.

Bahkan virus ini sudah sampai ke kalangan pejabat negara, seperti Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi dinyatakan positif virus corona.

Tak ingin kasus positif terus bertambah, pemerintah daerah hingga pusat pun mulai menerapkan kebijakan beraktivitas dan bekerja di rumah. Kebijakan ini digulirkan mulai dari Presiden Joko Widodo hingga Bupati Solok.

Dampak dari semua ini, sangat dirasakan oleh masyarakat, termasuk pedagang kecil dan juga tenaga harian lepas.

Di kawasan Arosuka, seperti Tugu Ayam, yang biasanya ramai dikunjungi oleh masyarakat, dalam seminggu terakhir tampak sepi. Selain itu, para pedagang di sekitar kawasan tersebut satu persatu mulai tutup, karena sepinya pengunjung dan pembeli.

“Biasanya saya bisa menghabiskan 100 ekor ikan lele dan 100 potong ayam. Tapi dalam tiga hari terakhir ini paling banyak satu hari 20 ekor lele saja,” sebut Nanda Febrianto (36), seorang pedagang pecel lele di kawasan Tugu Ayam.

Keluhan yang hampir sama juga disampaikan oleh Rina (28), seorang pedagang rokok dan minuman di kawasan tersebut.

“Ya, biasanya omset saya bisa sampai 300 hingga 500 ribu per hari. Namun sekarang 100 ribu saja sudah luar biasa,” sebut Rina.

Pihaknya menyebutkan bahwa pengunjung sepi datang selain takut virus Corina juga mematuhi anjuran pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Selain Nanda dan Rina, dampak virus corona juga hampir dirasakan hampir seluruh pedagang yang ada di sekitar tugu ayam. (jarbat)