Wakil Ketua KPK : Semoga Didaerah Tidak Ada Yang Menggunakan Rompi Oranye

oleh -54 views

Payakumbuh, Dekadepos.com

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar berharap tidak ada orang-orang/penyelenggara Pemerintahan di daerah yang menggunakan Rompi Orange (Rompi Tahanan KPK.red) terkait penggunaan dana, termasuk penggunaan dana Covid-19. Untuk itu pihaknya melalui pencegahan terus melakukan Sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat dan aparatur Pemerintahan.

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi Narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Korupsi dan Penguatan  Integritas bagi Pejabat Pemerintah Kota Payakumbuh, Rabu siang 25 November 2020. Kegiatan yang digelar di Aula Balaikota Payakumbuh itu dihadiri Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, Wakil Walikota, Erwin Yunaz, Ketua DPRD serta puluhan pimpinan SKPD di daerah itu.

Dihadapan puluhan pimpinan SKPD, mantan Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dua periode itu menyebutkan bahwa 66 persen kasus yang ditangani lembaga Anti Rasuah (KPK.red) merupakan perkara suap dengan jumlah mencapai 708 perkara, Pengadaan barang dan jasa 21 persen dengan 224 perkara. Sementara untuk pelakunya berasal dari kalangan Swasta dengan jumlah 308, DPR/DPRD 274 Kasus, Walikota dan Bupati 122 Kasus, Menteri 28 serta Hakim 22. Untuk itu pihaknya terus melakukan pencegahan dengan kegiatan Sosialisasi.

“ Kita berharap penyelenggara Pemerintahan di daerah untuk memaksimal apa yang menjadi area Fokus KPK, sehingga tidak ada orang-orang yang menggunakan Oranye (Rompi Tahanan KPK.red) termasuk untuk meminimalisir terjadinya Korupsi.” Sebut Lili.

Lili juga menambahkan, hingga saat ini total pengaduan yang masuk ke KPK mencapai angka 4000 lebih. Untuk itu pihaknya terus melakukan pencegahan, koordinasi, monitoring, supervisi, , pendidikan, dan eksekusi. Maka sejak dini KPK menyampaikan terkait anti Korupsi kepada Aparatur Pemerintahan.

“ Kita tidak punya kantor di Propinsi, maka kita bentuk Korwil ada 9 Korwil, ini untuk membantu agar bapak ibuk tidak terpeleset, Karena banyak juga yang terjerat pakai baju Oren.” Tambahnya.

Sementara Walikota Payakumbuh, Riza Falepi menyebutkan bahwa kegiatan Sosialisasi diharapkan agar Aparatus Sipin Negara/ASN di Payakumbuh lebih tahu dalam bertindak, sehingga bisa lebih memaksimalkan rupiah untuk kepentingan masyarakaty. “ Harapan kita dengan kegiatan ini, ASN kita lebih tahu dalam bertindak, sehingga rupiah (Uang.red) dapat digunakan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat. Sebab Banyak wilayah yang kadang-kadang kssulitan mereka untuk ambil kebijakan. Kontek seperti ini kami butuh pendampingan KPK.” Ucap Riza. (Edw)

No More Posts Available.

No more pages to load.