Walhi Sumbar : Diduga Belum Miliki AMDAL Maupun UKL-UPL

oleh -183 views
Foto : Okezone News

Padang, Dekadepos.com

Terminal LPG Teluk Kabung yang beroperasi semenjak tahun 2015 berada satu komplek dengan Terminal BBM Teluk Kabung, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Kehadiran terminal LPG tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan LPG wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya, Terminal LPG tersebut berdampingan dengan permukiman masyarakat Kelurahan Teluk Kabung Tengah dan Kelurahan Teluk Kabung Utara.

Berdasarkan rilis Walhi Sumbar yang diterima dekadepos.com (5/3) menyebutkan, sejak awal terminal LPG beroperasi telah menimbulkan bau menyengat yang muncul dari proses bongkar LPG dari kapal tengker ke tangki penyimpan. Setelah berlarut-larut bau gas LPG tersebut sampai ke rumah warga, puluhan warga mendatangi kantor Terminal LPG dan pihak Terminal LPG berjanji akan memperbaiki sambungan tersebut sehingga tidak menimbulkan bau lagi. Namun, beberapa bulan terakhir bau tersebut muncul kembali, pada saat adanya aktivitas pemindahan LPG dari kapal tengker ke tangki penyimpanan Terminal LPG Teluk Kabung. Biasanya, proses pemindahan berlangsung selama 3 hari, sedangkan kapal tersebut merapat 4 kali dalam 1 satu bulan, artinya masyarakat akan menghirup bau gas 12 hari dalam satu bulan, walau belum ada dampak terhadap kesehatan masyarakat secara langsung yang berada dekat dan menghirup bau gas tersebut. Namun, kondisi tersebut menimbulkan kekhwatiran di tengah-tengah masyarakat.

“dari investigasi WALHI Sumbar pada lokasi aktivitas bongkar gas LPG di terminal LPG Teluk Kabung untuk bau yang menjadi kekhwatiran warga benar terjadi, bahkan sepanjang waktu ketika ada aktivitas pembongkaran gas dari kapal tengker ke tangki penyimpanan terminal LPG, bau gas akan tercium keras pada saat arah angin mengarah pada pemukiman penduduk dari kapal tengker, terkait dengan dampak terhadap kesehatan masyarakat belum kami temukan. Namun, karena gas tersebut mengandung Propana, Butana, Butadiena dengan persentase terbagi-bagi dari beberapa kandungan atau unsur tersebut.”
Ujar Yoni Candra, Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye WALHI Sumatera Barat.

“Dari literasi yang kami baca, khusus Butadiena sangat berbahaya bagi kesehatan, mulai dari menyebabkan sakit kepala, mual-mual, meningkatnya halusinasi dan menyebabkan gangguan pada saraf dan kerusakan pada sel darah.” urainya.

Yoni Candra Menambahkan, karena terminal LPG tersebut berada satu komplek dengan terminal BBM dari dokumen yang kami akses, diduga terminal LPG belum memiliki berupa AMDAL maupun UKL-UPL, yang ada hanya terminal BBM dan itu pun berupa UKL-UPL yang yang diterbitkan pada tahun 2014 dan WALHI Sumatera Barat meminta pihak terkait segera malakukan penindakan dan upaya perbaikan pada komponen yang mengalami kebocoran atau rusak.

“Walaupun, saat ini belum ditemukan dampak terhadap kesehatan masyarakat namun lambat laun ini akan terjadi apalagi dari beberapa unsur yang terkandung dalam gas LPG tersebut menimbulkan dampak secara bertahap dan itu berbahaya seperti kerusakan pada saraf jika gas tersebut terhirup oleh manusia apalagi anak-anak atau bayi yang rentan terdampak gas tersebut.” tutupnya. (Zul).