Warga Pangkalan Diminta tak Gelar Tradisi Potang Balimau

oleh -1.407 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, bersama Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra, dalam kunjungan kerjanya memantau penanganan Covid-19 di Posko tanggap darurat pencegahan virus corona di perbatasan Sumbar-Riau di Rombo Data, Nagari Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan, Rabu (25/3/2020) berkesempatan menyampaikan himbauan resmi Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota agar warga Kecamatan Pangkalan tidak menggelar kegiatan tradisi Potang Balimau yang biasanya setiap memasuki bulan suci Ramadhan digelar di daerah ini.

Hal itu ditegaskan Wabup Ferizal Ridwan bersama Ketua DPRD, Deni Asra, kepada masyarakat setempat usai melaksanakan ibadah sholat dzuhur di Masjid Raya Pangkalan.

Wabup Ferizal Ridwan dan Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra, tidak hanya menyampaikan himbauan dilarangnya warga Pangkalan menggelar kegiatan tradisi Potang Balimau, namun juga menyampaikan informasi kepada masyarakat setempat bahwa untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19, diminta kesadaran masyarakat untuk mematuhi segala himbauan yang disampaikan pihak pemerintah dan berperan aktif secara mandiri mencegah penularan virus yang mematikan itu.

Tradisi Potang Balimau masyarakat Pangkalan. (Foto: Istimewa)

“ Pemkab Limapuluh Kota tidak hanya menghimbau warga Pangkalan tidak menggelar kegiatan tradisi Potang Balimau, namun juga meminta masyarakat tidak menggelar kegiatan yang sifatnya penggumpulan masa termasuk menggelar kegiatan baralek atau pesta perkawinan,” tegas Wabup Ferizal Ridwan dan Ketua DPRD, Deni Asra.

Pada kesempatan itu Wabup dan Ketua DPRD mengajak jamaah Masjid Raya Pangkalan, melakukan pola hidup bersih dan sehat dengan sering melakukan cuci tangan dengan sabun, Wabup dan Ketua DPRD pada kesempatan itu  juga membagi-bagikan masker kepada jamaah usai sholat dzuhur dan melakukan penyemprotan disinfektan di dalam dan pekarangan Masjid  yang berada di pinggir jalan raya Sumbar-Riau itu.

Pada kesempatan itu Wabup dan Ketua DPRD juga menyatakan bahwa untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, langkah-langkah cepat juga terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, seperti sudah meliburlan aktivitas belajar mengajar di sekolah. Menutup tempat-tempat wisata yang ada di Limapuluh Kota, serta melakukan penyemprotan disinfektan.

“Kita terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dampak penyebaran virus corona ini. Kami juga langsung mencek kelapangan dalam menghadapi virus corona. Terutama terkait orang baru yang datang. Dan mari kita tingkatkan istigfar dan selalu berdoa karena hanya doa yang bisa merobah takdir,” sebut Wabup Ferizal Ridwan dan Ketua  DPRD, Deni Asra.

Orang nomor Dua di Limapuluh Kota ini juga menyampaikan, untuk saat ini ada sebanyak 54 Orang Dalam Pemantauan, dan 6 Pasien Dalam Pengawasan. Baik ODP dan PDP, adalah yang datang dari daerah terdampak. Namun Sumbar dan khsusnya Limapuluh Kota belum ada yang positif.

“Kepada masyarakat Kecamatan, jika ada warga kita yang pulang dari rantau seperti Malaysia dan negara lain yang terdampak virus corona, maka perlu pengawasan. Dan mereka harus direkomendasikan untuk pemeriksaan. Kemudian harus dilakukan karentina mandiri selama 14 hari,” ingat Wabup Ferizal Ridwan dan Ketua DPRD Deni Asra.

Ditekankan Wabup danKetua DPRD, tidak ada kata lain, selain kita sendiri yang harus menjaga diri kita dan keluarga dari apa-apa yang dapat merugikan diri kita sendiri. Dan mari kita siapkan ketahanan pangan keluarga, karena ekonomi dunia termasuk kita sedang sulit.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra, pada kesempatan itu mengajak masyarakat hidup bersih dan sehat serta menjaga jarak aman minimal satu meter. Dia juga meminta masyarakat untuk mematuhi arahan-arahan dari Pemerintah dalam upaya penanggulangan penyebaran virus corona.

“Kita harus menyiapkan APD untuk tenaga medis. Kemudian kita harus mengkonsumsi sayur-sayuran dan makanan yang bergizi supaya kita memiliki imun tubuh yang kuat agar virus tidak mudah masuk dan berkembang di tubuh kita,” ajak Deni.

Dia juga meminta Bupati untuk melakukan pengkajian terkait anggaran yang jelas jumlahnya milliaran untuk penanganan penyebaran virus corona ini. “Kita berharap setelah ini Bupati bergerak cepat dalam hal terkait anggaran ini terutama setelah keluarnya Inpres no 4, sehingga ada kejelasan terutama terkait upaya penyediaan ruangan isolasi, APD dan lainnya termasuk sosialisasi,” pungkas Deni Asra.

Pengurus Masjid Raya Pangkalan, Dasri Amit, mengaku berterimakasih kepada Wakil Bupati Ferizal Ridwan dan Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra, yang sudah menyampaikan sosialisasi terkait wabah virus corona kepada jamaah di Masjid Raya Pangkalan.

“Alhamdulillah, meski jaaamh kami belum terganggu, ini sangat bermamfaat palagi Wabup juga melakukan penyemprotan disinfektan. Dan kami sebelumnya juga sudah berkeinginan untuk melakukan penyemprotan, tapi kami tidak tau mau mendapatkan alatnya dimana, Dan sekarang bapak Wakil Bupati sudah datang melakukan penyemprotan,” sebutnya bersyukur.

Dia menyebut, walau jamaah Masjid Raya saat ini belum terganggu, tetapi rasa khawatir terhadap penularan virus corona tetap ada. Pasalnya, Masjid Raya selalu ramai setiap waktu sholat, mengingat pengguna jalan baik dari arah Riau maupun sebaliknya ramai terutama saat dzuhur karena Pangkalan merupakan pintu gerbang dari Riau menuju Sumbar. (edw)