Warga Payakumbuh Khawatir, Tambahan 500 Pelanggan Air Bersih Lewat Program MBR tak Tepat Sasaran

oleh -430 views

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Program hibah air minum kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dari Pemerintah Pusat untuk 500 Sambungan Rumah (SR) saat ini prosesnya sedang tahap pendataan pihak Perumda Air Minum Tirta Sago atau PDAM Kota Payakumbuh, dikhawatirkan banyak pihak tidak tepat sasaran.

Pasalnya, untuk memenuhi kebutuhan air bersih terhadap pelanggan yang sudah ada saja, pihak PDAM Kota Payakumbuh tidak mampu memenuhinya. Artinya, dibeberapa wilayah masih ditemukan warga yang hanya dapat menikmati akses air di waktu-waktu tertentu.

Menurut sejumlah warga, seandainya pihak PDAM Kota Payakumbuh akan menjalankan program hibah air minum untuk 500 sambungan rumah MBR, pertanyaannya air dari mana yang akan dialirkan pihak PDAM ke rumah 500  SR-MBR tersebut.

“Meski program dari Pemerintah Pusat itu cukup bagus dan akan membantu warga miskin yang belum memiliki akses air bersih. Namun efektivitas program tersebut sangat diragukan sejumlah warga, terkait kemampuan PDAM Payakumbuh dalam memberikan pelayanan terhadap pelanggan yang sampai kini tidak mampu dilayani,” ujar Taufik warga Koto Nan Ampek mempertanyakan program hibah air minum untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah tersebut.

Pertanyaan ini muncul, ulas Taufik, lantaran distribusi air bersih terhadap pelanggan PDAM yang sudah ada saja belum lancar. Apalagi lagi nanti jika ditambah pula sebanyak 500 pelanggan baru, air dari mana yang akan didistribusikan phak PDAM Payakumbuh nantinya untuk 500 SR-MBR tersebut.

Kekhawairan yang sama juga diungkapkan Irfan, salah seorang warga yang tinggal di Jalan M. Syafi’i Keluraham Koto Tangah Kecamatan Payakumbuh Barat.

Di tempat dia tinggal, aku Irfan, air PDAM baru mengalir pada pukul 21.00 WIB. Kondisi itu juga sudah dilaporkan kepada Perumda Air Minum Tirta Sago, namun sampai kini belum ada perbaikan.

“Kami termasuk konsumen yang sudah komplain selama 10 tahun ini. Tapi tetap saja suply air berhenti mulai pukul 06.00 WIB pagi dan baru kembali mengalir pada pukul 21.00 WIB jam 9 malam. Kami memang bertanya-tanya karena pipa yang ada memang sangat kecil,” kata Irfan, Rabu (9/6/2021).

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sago, Khairul Ikhwan ketika dikonfirmasi mengakui bahwa distribusi air ke rumah-rumah pelanggan belum sepenuhnya lancar, karena berbagai alasan seperti sembraut jaringan, interkoneksi, dan jaringan pipa yang sudah tua.

“Hal itu membuat tidak maksimal serapan air dari sumber. Contoh dari Batang Tabik, kapasitanya 1.200 liter perdetik tapi kita hanya bisa mengambil 80 liter perdetik,” katanya didampingi Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda Air Minum Tirta Sago, Syharizal.

Untuk membenahi sejumlah permasalahan itu, pihaknya saat ini tengah melakukan evaluasi jaringan dan menjalin kerja sama dengan tim AKATIRTA Magelang.

“Kerja samanya itu enam bulan. Untuk analisa diperkirakan baru selesai pada akhir tahun ini. Sementara fisik kemungkinan baru dapat dilaksanakan pada 2023, jadi baru dapat dirasakan manfaatnya,” tambahnya.

Meski pembenahan jaringan baru akan dapat dirasakan manfaatnya pada 2023 nanti, pihak Perumda Air Minum Tirta Sago tetap yakin bahwa penambahan 500 pelanggan lewat program MBR akan tetap terfasilitasi dengan memaksimalkan tiga sumber air yang sudah ada, termasuk lebih memaksimalkan serapan air dari WTP Batang Agam.

Untuk program MBR 2022 sendiri, calon pelanggan dibebaskan biaya pasang dengan dananya ditanggung pemerintah pusat. Namun untuk dapat menikmatinya, ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi calon pelanggan, seperti daya listrik sebesar 450 sampai 1.300 kva dan surat bersedia menerima program MBR.

Calon penerima program itu nantinya juga akan disurvei untuk memastikan kelayakannya menerima bantuan tersebut.

“Besaran bantuan dari pusat itu adalah Rp3 juta untuk satu SR. Jadi Rp1,5 miliar totalnya,” kata dia.

Ketidakmampuan PDAM dalam memenuhi kebutuhan air bersih pelanggannya sendiri sempat disoroti DPRD Kota Payakumbuh pada rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi atas Nota Penjelasan Wali Kota Payakumbuh Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2020.

Fraksi Golkar lewat juru bicaranya, Wirman Putra mempertanyakan kinerja Perumda Air Minum Tirta Sago yang dinilai tidak mampu mengatasi kesulitan kebutuhan air bersih yang terjadi di Kota Payakumbuh. 

“Terkait pelayanan PDAM Kota Payakumbuh dalam mensuplay air bersih ke rumah-rumah penduduk mengalami kekecewaan dari masyarakat. Air hanya mengalir pada waktu-waktu tertentu saja. Dan itu pun debitnya tidaklah memuaskan,” katanya beberapa waktu lalu. (ds)