Warga Tuntut Peningkatan Struktur Jalan Strategis Nasional Pangkalan-Kapur IX Dilanjutkan

oleh -360 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com – 

Pemkab Limapuluh Kota diminta untuk terus melobbi Pemprov Sumbar, agar melanjutkan pembangunan peningkatan jalan strategis nasional Pangkalan-Kapur IX yang pembangunan terhenti sejak 2 tahun belakangan.

Padahal, sejak tahun anggaran 2015 sampai tahun 2016 lalu, Pemprov Sumbar melalui Satker PJN Wilayah I Sumbar telah melaksanakan pembangunan peningkatan jalan strategis nasional tersebut, mulai dari Kecamatan Pangkalan dan telah sampai di Rimbo Sajuak, Nagari Gunuang Malintang, Kecamatan Kapur IX.

“Kami berharap, jalan yang telah diperlebar dari Pangkalan sampai ke Rimbo Sajuak, Gunung Malintang, Kecamatan Kapur IX tersebut, dapat dilanjutkan sampai ke Galugua dan sampai ke batas Propinsi Riau. ” ungkap tokoh masyarakat Kecamatan Kapur IX, Ampeli Dasni yang akrap dipanggil Muhammad Safei ini.

Diakui Direktur PT. Beliung 144 ini, jika akses transportasi jalan sudah diperlebar dan ditingkatkan sampai ke Nagari Galugua, banyak potensi daerah seperti sektor perkebunan karet, kelapa sawit dan gambir serta potensi pertambangan bisa dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan daerah Kecamatan Kapur IX, atau lebih luasnya ekonomi masyarakat dan daerah Kabupaten Limapuluh Kota.

“ Sejauh ini potensi sektor perkebunan dan pertambangan yang terkandung di dalam perut bumi Kecamatan Kapur IX, belum digarap secara maksimal. Apabila potensi pertambangan yang terkandung diperut bumi Kecamatan Kapur IX ini digarap secara maksimal, Kecamatan Kapur IX akan menjadi daerah kaya, “ ujar pengusaha sukses yang memiliki 32 perusahaan  pertambangan di wilayah Sulawesi, Aceh, Jambi dan Limapuluh Kota ini.

Diakuinya, hasil survei yang dilakukan pihak pengusaha pertambangan nasional, dikawasan Kecamatan Kapur IX selain memiliki potensi sektor perkebunan karet, kepala sawit dan gambir, juga banyak mengandung material tambang yang dapat dieksploitasi seperti mangan, timah hitam, batubara, batu kapur, semen putih dan material galian kelas C.

“Saat ini kekayaan alam yang terkandung di perut bumi Kecamatan Kapur IX, belum tergarap secara maksimal, karena sarana transportasi jalan dari Gunung Malintang sampai Galugua belum diperlebar dan belum ditingkatkan,” pungkas pengusaha sukses asli putra daerah Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Kapur IX ini. (edw)

No More Posts Available.

No more pages to load.