Wawako Erwin Yunaz Dorong UMKM Terus Berproduksi untuk Menopang Ekonomi Keluarga   

oleh -101 views

PAYAKUMBUH, dekadepos.com-

Sudah tidak suka, virus corona atau covid-19 telah menjadi wabah pembunuh nomor satu untuk melumpuhkan dan bahkan mematikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di negeri ini.

Demikian pula halnya dialami pelaku UMKM yang ada di Kota Payakumbuh. Tidak sedikit pelaku usaha rumahan, semacam usaha makanan ringan spesifik Kota Payakumbuh yang mengalami kerugian dan bahkan nyaris menutup usahanya, karena tidak berproduksi selama pandemi yang telah menjadi momok di daerah ini.

Adalah pelaku usaha produk usaha kue rumahan ‘Paniaram Entuna’ beralamat di Jalan H.R. Rasuna Said, Kelurahan Balai Batimah Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, salah satu usaha rumahan yang menjadi korban keganasan pandemi atau covid-19.

“Selama wabah virus corona melanda daerah ini, praktis usaha makanan tradisional Paniaram yang saya kelola, tidak berproduksi,” ungkap pemilik Paniaram Entuna, Elmisdar, kepada Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunas, yang datang meninjau usaha pengolahan makanan tradisional itu, Rabu (12/8/2020).   

Menurut pengakuan Elmisdar, usaha Paniaram yang dikelola sudah tiga kali turun temurun itu, sebelum pandemi usahanya berkembang cukup baik. Bahkan, produksi Paniaram berbahan baku tepung beras dan saka (gula tebu,red) serta resep tertentu itu, selain dipasarkan di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, juga sudah dipasarkan sampai ke sejumlah daerah di Propinsi Riau, Jambi, Bengkulu dan Sumut.

“ Sebagai penganan tradisonal khas daerah, Paniaram ini sering dijadikan oleh-oleh untuk dikirim ke Malaysia dan beberapa negara lainnya,” ungkap Elmisdar.

Elmisdar juga menceritakan kepada Wawako Erwin Yunas tentang sejarah dan ihkwal usaha Paniaran Entuna miliknya ini berdiri.

“Sewaktu masih gadis-gadis, saya hanya membantu ibu untuk mengolah makanan Paniaram ini. Namun ketika sudah bersuami dan demi membantu ekonomi keluarga, sekitar tahun 1990 saya langsung menjual Paniaram ini ke pasar Payakumbuh. Sampai tahun 1996, saya masih duduk manggaleh atau berjualan di paluang los makanan spesifik di Pasar Payakumbuh,” kenang Elmisdar.  

Seiring berjalannya waktu, ulas Elmisdar, usaha Paniaran yang dikelolanya berkembang dengan baik. Terbukti, jika hari-hari sebelumnya dia hanya memproduki 40 kilogram tepung beras dengan memperkejakan 3 orang kariawan.

“Alhamdulliah, produksi Paniaram yang saya kelola terus berkembang menghabiskan tepung beras sampai 60 sampai 80 kilogram atau menghasilkan sebanyak 10 ribu buah Paniaram untuk satu hari, dan mempekerjakan 10 orang kariawan yang semuanya adalah ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar tempat usaha saya ini,” ungkap Elmisdar.

Elmisdar, mengakui meskipun usaha Paniaram yang dikelolanya cukup berkembang dengan baik, namun untuk mendukung usahanya ini dia mengaku belum pernah mendapatkan bantuan modal usaha dari Pemko Payakumbuh. Kecuali pernah mendapatkan bantuan pinjaman mesin penggiling tepung beras dari Dinas Koperindag Payakumbuh.

“Awalnya, tepung beras ini saya tumbuk memakai alat tradisonal lasung indiak. Namun, tahun 1998 Pemko Payakumbuh melalui Dinas Koperindag meminjamkan mesin pengolahan tepung beras. Setelah uang terkumpul, saya beli mesin giling tepung beras tersebut dan mesin tepung beras yang dipinjamkan Pemko itu sudah saya kembalikan,” ujar Elmisdar.

“Keuntungan bersih yang saya peroleh setiap harinya dari usaha Paniaran ini berkisar Rp200 sehari. Alhamdulliahm sudah bisa menopang ekonomi keluarga,” ungkap Elmisdar.

Diakui Elmisdar, pasca pendemi atau tepatnya usai Lebaran Haji, usaha UMKM yang dikelolanya mulai bangkit. Saat pendemi sempat berhenti produksi dan mengalami kerugian jutaan rupiah.

“Harapan saya kepada Pemko Payakumbuh untuk bisa diberikan bantuan promosi dan masalah kemasan serta alat produksi. Supaya produk UMKM yang saya kelola, bisa bertahan lebih lama. Karena saat ini dengan sistim tradisional ketahanan Paniaram ini terbatas dan hanya bisa bertahan selama satu minggu,” ungkap Elmisdar.        

Sementara itu Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz, menyebut akan memberikan perhatian kepada pelaku usaha kecil menengah apalagi yang terkait dengan produksi makanan olahan khas daerah yang masih bertahan dizaman moderen ini.

“Kita akan lakukan evaluasi terkait ketahanan prodak. Dimana saat ini masih dikemas secara tradisional, dan kita akan uji dulu. Dan kita dari Pemerintah Daerah mensupor kualitas dan  meningkatkan prodak serta kemasan yang baik. Kemudian kita akan bantu sepenuhnya terkait izin UMKM nya dan terdaftar diusaha IKM Pemda, dan kita akan libatkan dalam pelatihan-pelatihan serta pembinaan,” sebut Erwin Yunaz yang konsen mensupor tumbuh kembangnya usaha rumahan masyarakat di Kota Payakumbuh.

Erwin Yunaz juga akan mengupayakan serta menghimbau kepada instansi-instansi untuk penggunaan prodak lokal.

Terhadap usaha Paniaran Entuna, Wawako Erwin Yunas, meminta pihak pengelola agar mengurus izin dan label perusahaannya, sehingga terhadap perusahaan UMKM yang telah terdaftar akan memiliki izin usaha, tentu akan mudah mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah.

“Untuk membantu promusi terhadap produksi makanan tradisional atau spesifik daerah ini agar lebih dikenal dan berkembang, akan dibuat kebijakan dan imbauan kepada jajaran Pemko Payakumbuh untuk selalu menyajikan makanan stradisional daerah kita ini sebagai penganan bagi tamu yang datang berkunjung ke lingkungan Pemko Payakumbuh,” pungkas Wawako Erwin Yunas. (ds)