Wawako Payakumbuh, Erwin Yunaz Pukau Peserta FGD BPOM di Mataram

oleh -112 views

MATARAM, dekadepos.com- Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita kedatangan pembicara istimewa, hasil dari suatu sinergitas dan komitmen yang kuat dari Pemerintah Haerah. Pak Erwin Yunaz, Wakil Walikota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat, yang akan menyampaikan  ‘succes story’ dari ‘Sentra Rendang Payo” Payakumbuh. Mudah-mudahan, ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua.

Begitu harapan Deputi Direktorat Pengawasan Produksi Pangan Olahan, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan-BPOM. Ibu Dra. Rita Endang,Apt, M.Kes, sa’at membuka acara FGD Penggalangan Komitmen untuk Pengembangan Pangan Lokal dengan Potensi Pemrosesan Pangan Steril Komersial di Kota Mataram, Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Dalam paparannya, Wawako Erwin Yunaz berbagi pemikiran tentang asal muasal ‘rebranding’ Kota Payakumbuh yang dijadikan sebagai salah satu raw model keberhasilan pengelolaan Sentra Industri UKM di Indonesia.

Beliau menyampaikan bahwa ‘product knowledge’ seorang pengambil kebijakan adalah nomor satu, karena keberlanjutan proses ada ditangannya dan itu sangat dibutuhkan. Bagaimana mungkin dana yang begitu besar dikucurkan oleh Pemerintah Pusat tanpa diiringi oleh pemahaman yang baik untuk program itu sendiri.

Sentra Industri Rendang Kota Payakumbuh memang menjadi pembeda diantara beberapa pembangunan Sentra Industri yang menggunakan dana Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Sentra Industri IKM ini dimanfa’atkan sejak tahun pertama anggaran. Walaupun belum dilengkapi peralatan yang memadai, bangunan ini harus dirawat dengan baik sejak awal,” papar Wawako ‘Kota Randang’ yang sarat dengan pengalaman di dunia swasta ini.

Tentang re-branding kota menjadi ‘The City of Randang’ yang sudah tersohor ke penjuru negeri. Pemerintah harus mengambil peran dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal.

Seperti halnya makanan rendang, yang dulunya sempat di klaim kepemilikannya oleh negara lain, sekarang tidak bisa lagi. Karena daerahnya sudah melengkapi segala persyaratan sebagai hak kepemilikan produk itu sendiri.

Dengan demikian, secara tidak lansung memberikan nilai ungkit terhadap UMKM yang memproduksi rendang di daerah setempat. Mereka memiliki kebanggaan sebagai produsen produk yang mendapat perlindungan dari pemerintahnya bahkan sampai kepada fasilitas-fasilitas yang layaknya dimiliki oleh Industri berskala Besar.

Keberhasilan re-branding city ini memang tidak bisa dipungkiri sebagai sebuah karya yang patut dibanggakan. Karena Rendang sudah melekat dengan Kota Payakumbuh, walaupun bukan orang Payakumbuh saja yang membuatnya. Tapi slogan yang diberikan Wawako Erwin Yunaz sudah menjadi kebanggaan kota itu. Ingat Payakumbuh, Ingat Rendang, Ingat Rendang, Ingat Payakumbuh.

Kepala Loka POM Payakumbuh, Bapak Iswadi,S.Farm,Apt menyampaikan bahwa, Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh mendukung penuh BPOM dalam upayanya bersama-sama membangun UMKM di Kota Payakumbuh. Segala persyaratan untuk memasuki pasar bebas bisa diakses dengan mudah dari Loka POM Payakumbuh.

Lain halnya pendapat Kepala BBPOM NTB, Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni Apt, beliau bersyukur punya pimpinan wilayah yang memiliki komitmen sangat tinggi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM dan menyadari benar peran penting BPOM di dalamnya.

“Semoga energinya menular ke Gubernur NTB, Walikota Mataram, Bupati Loteng dan OPD nya,” harap Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni Apt.

Dalam paparan penutup Wawako Erwin Yunaz mengungkapkan, pemerintah harus terlibat dalam memengelola dan melindungi branding produk-produk UMKM. Karena itu memberi dampak positif terhadap kemajuan UMKM itu sendiri.

”Product without branding is nothing, jadi produk ini tanpa branding dia gak ada harganya,” ucapnya sambil menunjukkan gelas kopi tanpa merk yang dipegangnya. (ds)